• Rabu, 19 Januari 2022

Panjang Jalan dan Pertumbuhan Kendaraan Tak Seimbang Penyebab Kabupaten Bandung Sering Macet

- Selasa, 7 Desember 2021 | 19:28 WIB
Kemacetan di Kawasan Kabupaten Bandung (istimewa)
Kemacetan di Kawasan Kabupaten Bandung (istimewa)
 
INILAHKORAN- Pemeliharan atau perbaikan jalan di Kabupaten Bandung lebih dominan ketimbang pembangunan jalan baru.
 
Tingginya pertumbuhan kendaraan tak seimbang dengan pembangunan jalan baru, akibatnya kemacetan lalu lintas sering terjadi dibeberapa ruas jalan.
 
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung, Zeis Zultaqawa mengatakan kegiatan pemeliharaan bertujuan untuk peningkatan kondisi jalan. Karena jika kondisi jalan rusak maka fungsinya tidak akan efektif. Kata dia, terdapat 1.500 kilometer jalan Kabupaten Bandung yang harus dipelihara.
 
 
“Seperti kendaraan kan harus di pelihara, kalau tidak dipelihara nanti rusak, kalau rusak tidak efektif lagi fungsinya sebagai akses. Tapi dalam pemeliharaan ini memang perlu anggaran,” kata Zeis di Soreang, Selasa (7/12/2021).
 
Dikatakan Zeis, kegiatan pembangunan jalan baru itu memerlukan biaya yang tidak sedikit. Sehingga, pihaknya memprioritaskan kegiatan pemeliharaan terlebih dahulu, apalagi jika melihat kondisi cuaca dan faktor umur dari infrastruktur yang ada.
 
Kemudian, dalam kegiatan pembangunan jalan baru juga harus melewati beberapa proses seperti Detail Engineering Design (DED), pemeriksaan tanah hingga pelaksanaan kontruksi. Hal tersebut memerlukan biaya besar. Sehingga pihaknya akan melakukan pemetaan terhadap kebutuhan skala prioritas jalan, yang akan diprogramkan ke dalam RPJMD.
 
 
“Strateginya kita bagi, untuk jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Mungkin tiga tahun lagi baru terbangun jalan baru,” ujarnya.
 
Zeis melanjutkan, pertumbuhan kendaraan dengan pertumbuhan jalan di Kabupaten Bandung itu tidak seimbang Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan pemetaan terhadap kebutuhan jalan baru agar bisa mengimbangi pertumbuhan kendaraan.
 
“Dengan adanya jalan Tol Seroja, membuat Jalan Soreang-Banjaran jadi macet, karena kapasitasnya sudah tidak bisa menampung lagi volume kendaraan yang lewat, dibutuhkan jalan baru,”katanya.
 
 
Terkait dengan database infrastruktur jalan. Memang pihaknya belum memperbaharuinya. Namun bukan berarti pihaknya tidak memiliki database kondisi jalan di Kabupaten Bandung
 
“Karena dinamis kan ya, namanya jalan itu kan selalu mengalami pergerakan dengan berbagai macam kondisi kendaraan hingga cuaca, itu ada perubahan kondisi, itu yang dimaksud dengan kami tidak punya database. Dan saat ini sedang kami update, terutama jalan baru," ujarnya.(rd dani r nugraha)***
 
 

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X