• Jumat, 20 Mei 2022

Keterlaluan....Guru Pesantren di Bandung Cabuli Anak Didik Lima Tahun, Korbannya Belasan

- Rabu, 8 Desember 2021 | 13:26 WIB
Ilustrasi cabul (Pixabay/Gerd Altmann)
Ilustrasi cabul (Pixabay/Gerd Altmann)

INILAHKORAN, BandungHW, terdakwa kasus pencabulan anak didiknya, diketahui telah mencabuli anak didiknya di pesantren miliknya, sebanyak belasan orang.

“Perbuatan terdakwa melakukan pencabulan anak didiknya diawali sekitar tahun 2016 sampai dengan tahun 2021,” kata Kasipenkum Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Dodi Gazali Emil, saat dihubungi via ponselnya, Rabu, 8 Desember 2021.

HW diketahui sebagai guru di salah satu pesantren, yang ada di Kota Bandung. Dengan profesinya itu, ia melakukan aksi pencabulan anak didiknya. Tindakan cabul HW dilakukan di beberapa tempat.

Dodi mengatakan, korban dari aksi cabul HW, dilakukan terhadap 12 anak didiknya (sebelumnya tertulis 14 orang), yang rentang usia korban mulai dari 16 sampai dengan 17 tahun. Para korban HW, beberapa diantaranya sudah ada yang melahirkan bayi, hasil tindak cabul HW.

Baca Juga: 4 Santriwati Hamil, Ada yang Melahirkan Dua Kali, Deretan Korban Pencabulan Pemilik Pesantren di Bandung

"Yang sudah lahir itu ada delapan bayi (dari korban) yang hamil dua. Kayanya ada yang hamil berulang tapi saya belum bisa memastikan," ucapnya.

Dalam kasus ini, Dodi mengatakan berkas perkara atas nama terdakwa HW , dilimpahkan kepada Pengadilan Negeri Bandung pada tanggal 3 November 2021 dengan Surat Nomor : B-5069/M.2.10.3/Eku.2/11/2021.

Penetapan Pengadilan Negeri Bandung Nomor 989/Pid.Sus/2021/PN.Bdg tanggal 3 November 2021 menentukan sidang pada hari Kamis tanggal 11 November 2021.

Baca Juga: Pemilik Pesantren di Bandung Jadi Terdakwa Kasus Pencabulan, Korbannya Belasan Santri

"Persidangan dimulai pada tanggal 18 November 2021 dan persidangan dilaksanakan 2 kali seminggu setiap hari Selasa dan Kamis. Pada minggu ini pemeriksaan persidangan masih dalam pemeriksaan saksi-saksi sudah sebanyak 21 orang saksi dimintai keterangan," katanya.

Dalam surat dakwaannya, HW didakwa dengan dakwaan primair, melanggar Pasal 81 ayat (1), ayat (3) jo Pasal 76.D UU R.I Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Baca Juga: Tega! Dua Siswa SMK di Bandung Diusir Pihak Sekolah Saat Ujian, Gus Ahad: Usut Tuntas

Dan Dakwaan Subsidair, yakni terdakwa  didakwa melanggar Pasal 81 ayat (2), ayat (3) jo Pasal 76.D UU R.I Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 ayat (1) KUHP. (cesar yudhistira)

Editor: Zulfirman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KEREN, Pemkot Bandung Berhasil Quattrick WTP

Jumat, 20 Mei 2022 | 20:20 WIB

Uji Coba Flyover Kopo, Kapan Resmi Beroperasi?

Jumat, 20 Mei 2022 | 19:04 WIB
X