Armada Damkar KBB Memprihatinkan, Kadis Damkar Akui Kondisinya Tidak Layak Pakai

Kepala Damkar KBB Meidi mengatakan, kondisi armada damkar KBB memprihatinkan. Dari total enam unit itu setengahnya tidak layak pakai.

Armada Damkar KBB Memprihatinkan, Kadis Damkar Akui Kondisinya Tidak Layak Pakai
Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan KBB Meidi mengatakan, kondisi armada damkar KBB memprihatinkan. Dari total enam unit, setengahnya tidak layak pakai.

INILAHKORAN, Ngamprah - Kondisi armada damkar KBB memprihatinkan. Dari total enam unit, setengahnya tidak layak pakai.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) Meidi mengatakan, dari total enam unit itu tiga armada damkar KBB memprihatinkan. Lantaran kondisinya tidak layak jalan, armada tersebut jarang dipergunakan saat kondisi darurat.

Saat ini, Meidi mengatakan keenam unit armada damkar KBB memprihatikan itu tersebar di empat pos. Di Lembang, Cililin, Cikalongwetan, dan Mako Damkar KBB di Kota Baru Parahyangan.

Baca Juga: Api di Pabrik Samping PT Ceres Masih Berkobar, Damkar Kabupaten Bandung Terjunkan 8 Unit Armada

"Tapi, tiga kendaraan sudah tidak layak jalan," katanya, Rabu 8 Desember 2021.

Menyikapi kondisi tersebut, pihaknya telah mengusulkan penambahan armada baru dan berharap dapat terealisasi tahun depan.

Usulannya, sebut dia, sebanyak lima unit kendaraan, terdiri dari dua unit fire truck, dua water supply, dan satu unit mobil komando untuk ditempatkan di kantor pemda dan pos wilayah.

"Insyaallah tahun depan ada lima unit armada baru dari anggaran APBD senilai Rp8 miliar. Pengadaan itu sudah direncanakan tahun 2020, namun baru terealisasi tahun 2022," sebutnya.

Baca Juga: Kebakaran Kerap Terjadi, Tugas Damkar Bandung Makin Berat

Ia menerangkan, armada damkar yang baru didesain khusus dan memiliki fitur yang canggih. Serta memiliki berbagai kelengkapan yang tidak dimiliki mobil damkar KBB sebelumnya.

Bahkan, armada tersebut diakuinya bisa jadi merupakan yang terbaik dan terlengkap dibandingkan armada damkar di seluruh Indonesia.

"Sebenarnya Dinas Pemadam Kebakaran KBB sudah mengajukan bantuan ke Gubernur Jawa Barat berupa dua unit armada dan alat pelindung diri (APD)," terangnya.

Rencananya, bantuan tersebut akan diserahkan di akhir tahun ini. Namun karena APBD Provinsi Jabar mengalami defisit pengajuan tersebut dicoret.

Baca Juga: Api Berkobar di Basement Gedung BEC Bandung, Mobil Damkar Hilir Mudik

"Kami menyayangkan tidak jadinya bantuan dari provinsi, tapi bisa dimakluminya juga karena kondisi keuangan daerah yang terimbas Covid-19," katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, adanya tambahan lima unit armada baru ini, maka total armada truk damkar yang dimiliki KBB berjumlah 11 unit.

"Jika bicara ideal, maka jumlah armada tersebut masih kurang mengingat luas wilayah KBB yang harus dicover," jelasnya.

Baca Juga: Damkar Kab Bandung Bidik 700 Orang Tambahan Relawan Pemadam Kebakaran

Apalagi, tambah dia, di kantor pemda juga belum ada armada damkar yang di-stanby-kan untuk antisipasi kebakaran.

"Rencananya satu unit fire truck dan satu unit water supply akan ditempatkan di kompleks Pemda KBB, untuk mempercepat penanganan bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kalau bicara ideal, ya setiap kecamatan satu armada, selain di kantor pemda," tukasnya. (Agus Satia Negara)


Editor : inilahkoran