Rumah Roboh, Dadang Membutuhkan Uluran Tangan Pemerintahan Kabupaten Bandung

Lantaran rumah roboh, Dadang Taryana (50) terpaksa tinggal di rumah orangtuanya. Hunian warga Kampung Pangauban RT 1/12 itu termakan usia.

Rumah Roboh, Dadang Membutuhkan Uluran Tangan Pemerintahan Kabupaten Bandung
Dadang Taryana (50) di antara puing-puing rumah roboh itu membutuhkan uluran tangan Pemerintahan Kabupaten Bandung.

 

INILAHKORAN, Bandung - Lantaran rumah roboh, Dadang Taryana (50) terpaksa tinggal di rumah orangtuanya. Hunian warga Kampung/Desa Pangauban RT 1/12 Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung itu roboh termakan usia.

Dadang mengaku, rumah roboh itu terjadi sekitar dua pekan lalu. Namun hingga kini, dia belum mendapatkan perhatian dan bantuan dari Pemerintahan Kabupaten Bandung.

Dia hanya bisa termenung melihat puing-puing rumah roboh yang ditempati lebih dari 20 tahun bersama istri dan dua orang anaknya. Usai rumah panggung berukuran 6x8 meter persegi itu roboh, Dadang bersama dua orang anaknya terpaksa menginap di kediaman orang tuanya. Sedangkan, sang istri tinggal di rumah salah seorang kerabatnya yang masih berada di Kabupaten Bandung.

Baca Juga: Foto: Rumah Roboh di Cimahi

"Kejadiannya sekitar pukul 22.00 WIB, sekitar dua minggu lalu. Rumah dalam keadaan kosong, dan memang saya juga ada firasat soalnya pintu depan enggak bisa dibuka terhimpit beban dari atas. Makanya perabotan rumah seperti piring dan lainnya saya keluarkan. Selang sekitar 7 menit setelah itu, rumah saya ambruk," kata Dadang saat ditemui lokasi puing-puing rumah roboh, Rabu 8 Desember 2021.

Usai rumahnya ambruk, dia dan kedua anaknya untuk sementara tinggal di rumah ibu dan adiknya yang memang berdekatan. Lantaran tak memiliki biaya, dia mengaku belum ada rencana untuk membangun kembali rumahnya. Sebab, selama ini dia hanya bekerja serabutan dan harus menghidupi dua orang anak. Sedangkan, istrinya bekerja sebagai pengasuh anak salah seorang kerabatnya.

"Bukannya tidak ada rencana membangun kembali rumah ini. Tapi ya mau bagaimana lagi. Jangankan bisa bangun rumah, untuk keperluan sehari-hari saja repot," ujarnya.

Baca Juga: Pilu...Minta Rutilahu Tak Ada Respons, Rumah Janda di Mandalawangi Ambruk Rata dengan Tanah

Dadang melanjutkan, hingga saat ini belum ada pihak pemerintahan Desa Pangauban maupun Pemerintahan Kabupaten Bandung yang datang. Meski rumahnya dari dulu termasuk rumah tidak layak huni (rutilahu) namun dia belum pernah mendapatkan bantuan untuk perbaikan.

"Kalau didata sih sudah ada tiga kalinya sama pihak RW. Terakhir pendataan sekitar empat dulan lalu sebelum rumah saya roboh. Pernah juga bilang, katanya enggak bisa diberi bantuan karena rumah dan tanahnya bukan atas nama saya. Terus saya urus balik nama tapi tetap saja enggak ada bantuan," tuturnya memelas.

Meski termasuk kategori masyarakat tidak mampu, namun seingatnya dia sekeluarga tak pernah menerima bantuan apapun dari Pemerintahan Kabupaten Bandung. Jangankan bantuan pangan dan lainnya, untuk sekadar berobat pun dia harus merogoh kocek sendiri. Padahal, dia sekeluarga layak mendapatkan bantuan BPJS Kesehatan yang dibiayai pemerintah dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Baca Juga: Pemkab Bandung Akan Perbaiki 4.000 Rutilahu Tahun Ini

"Dulu saya kerja bawa mobil (sopir) tapi dua tahun terakhir ini saya sakit urat kejepit. Jadi enggak bisa kerja seperti dulu, sekarang mah yah serabutan ajah, memelihara ayam, entog dan burung kenari. Bantuan dari pemerintah enggak ada, cuma kemarin saja ada yang antar bantuan sembako dari RW, cuma itu saja," katanya.

Sementara itu, Sutarman (46) adik kandung sekaligus tetangga membenarkan jika rumah kakaknya itu memang sudah tidak layak huni. Namun, dikarenakan faktor ekonomi keluarga masih tetap ditempati karena tak memiliki tempat tinggal.

Dikarenakan rumahnya roboh, Dadang diakuinya sementara menumpang di rumah ibu mereka atau terkadang di rumahnya. Termasuk perabotan rumah tangga yang terselamatkan yang saat ini disimpan di rumah Sutarman dan rumah salah seorang kerabat mereka.

Baca Juga: Kota Bandung Terima Bantuan 440 Unit Perbaikan Rutilahu

"Memang sejak beberapa tahun ini kakak saya itu kerjanya serabutan aja karena sakit-sakitan sudah enggak bisa kerja seperti dulu. Rumah itu sejak lama tidak diperbaiki karena belum ada biaya. Jangankan memperbaiki rumah untuk keperluan dia sama anak dan istrinya juga seadanya saja," jelas Sutarman. (Dani R Nugraha)


Editor : inilahkoran