Trending Kasus Pelecehan Seksual Pengasuh Pondok Pesantren di Bandung, Korban Sampai Belasan Santriwati

Dugaan kasus kekerasan seksual Kembali muncul, kali ini di Bandung. Dugaan pelecehan seksual tersebut terjadi di pondok Tahfiz Al-Ikhlas

Trending Kasus Pelecehan Seksual Pengasuh Pondok Pesantren di Bandung, Korban Sampai Belasan Santriwati
Trending Kasus Pelecehan Seksual Pengasuh Pondok Pesantren di Bandung, Korban Sampai Belasan Santriwati

INILAHKORAN, Bandung,- Dugaan kasus kekerasan seksual Kembali muncul, kali ini di Bandung. Dugaan pelecehan seksual tersebut terjadi di pondok Tahfiz Al-Ikhlas, Yayasan Manarul Huda Antapani & Madani Boarding School Cibiru.

Akun Twitter @nongandah mengungkap kasus ini di akun twitternya tersebut, Selasa, 7 Desember 2021.

Melalui cuitannya, dia membeberkan kasus pelecehan seksual yang dilakukan pengasuh pondok pesantren kepada santriwatinya.

Baca Juga: Rumah Roboh, Dadang Membutuhkan Uluran Tangan Pemerintahan Kabupaten Bandung

“Teman2, saya mau ngetwit yg serius.Ini cerita yg sedih bgt ttg kekerasan seksual di bandung yg dilakukan o/ pengasuh pesantren.kebetulan skrg saya msh di bandung. Saya menulis ini dg gemetar krn marah & sedih bgt. Sedih bgt krn membayangkan para korban @tunggalp @KomnasPerempuan,” dikutip dari akun Twitter @nongandah, Rabu 8 Desember 2021.

Dia pun mengungkapkan bahwa korban dari pelecehan seksual yang dilakukan oleh pengasuh pondok pesantren tersebut berjumlah hingga belasan anak.

“Kenapa? Krn korbannya banyak, yg ketahuan aja ada 13 anak, 8 anak sampai hamil & melahirkan bahkan ada 1 korban sampai melahirkan 2 kali. Usia korban msh belia 13  - 16 tahun.Sedih & merinding bgt membayangkan nasib para korban ini @tunggalp @KomnasPerempuan @GunRomli @mardiasih,’ imbuhnya.

Baca Juga: Doddy Sudrajat Mengganti Nama Gala Sky, Ibunda Bibi Andriansyah Tak Terima Hingga Lakukan Ini

Sontak cuitan itupun langsung dihujani komentar netizen yang berterima kasih mkepadanya karena telah mengungkap kasus tersebut.

“Thank you Teh Nong sudah up kasus ini. Dari awal menerima aduan ttg kasus ini dari orang tua korban dan saksi kami memang kesulitan mendapat informasi utuh. Minimnya info yang kami peroleh dari berbagai pihak, seperti Polda Jabar dan UPTDPPA Jabar membuat kami harus riset mandiri,” ucap akun @mary_silvita.

“Kejadian seperti ini harus di up terus..krn sdh sangat mencederai nilai" kemanusian...Bapak Kapolri @ListyoSigitP dan Bapak @DivHumas_Polri tolong Bapak masalah ini ditindaklanjuti..!" kata @mohlukmanulhak2.

Baca Juga: Akun Twitter @txtdrpemerintah Diduga Buzzer Puan Maharani, Begini Reaksi Netizen

“Ayo masyarakat kita kawal kasus ini. Hukuman hrs setimpal. Bgmn masa depan santri n anak2 yg dilahirkannya?" ujar @MamiY62.

“Hukum kebiri...biar buat contoh yang lain....pantas karna korban lebih dr satu..dan di tempat ilmu," ungkap akun @kelingarjunair1.***


Editor : inilahkoran