• Rabu, 26 Januari 2022

Senangnya, Siswa-Siswi Sekolah Alam Bandung Ikuti Market Day

- Rabu, 8 Desember 2021 | 19:58 WIB
Murid Sekolah Alam Bandung (SAB) tengah mengikuti kegiatan Market Day (Okky Adiana)
Murid Sekolah Alam Bandung (SAB) tengah mengikuti kegiatan Market Day (Okky Adiana)

INILAHKORAN- Sekolah Alam Bandung (SAB) menggelar Market Day, untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) kelas III (tiga). Ada 29 siswa-siswi yang mengikuti dalam kegiatan ini.

Anak-anak ini menjual makanan dan minuman seperti, Jasuke, Sushi, Roti Canai, Thai Tea, Brownies Lumer dan lainnya. Dalam pembuatan makanan dan minumannya, mereka mengerjakan sendiri menimbang bahan-bahan, dan pengemasan. Untuk proses memasak dilakukan bersama orangtuanya.

Kepala SAB Subakah Abdul Aziz mengatakan, Market Day bentuk ujian akhir semester sekolah. Hal ini untuk mengakomodir 4 pelajaran, matematika untuk menimbang-nimbang bahan-bahan dan menghitung waktu memasak serta menghitung penjumlahan hasil penjualan.

Baca Juga: Prediksi SILPa TA 2021 Kabupaten Bogor Menurun Hingga Rp 700 Miliar

Bahasa Indonesia untuk laporan menulis resep, dan berbicara pada presentasi proses pembuatan masakan. Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) untuk kegiatan hak dan kewajiban di rumah dalam persiapan sampai selesai. Kewirausahaan untuk berjualan dan menumbuhkan keberanian menawarkan barang.

"Jadi kegiatan ini bukan hanya jualan semata, tapi ada sisi akademiknya. Kegiatan ini merupakan evaluasi akhir semester yang dikemas dalam kegiatan Market Day. Dan juga sebagai kegiatan rutin dari SAB, karena sekolah ini memiliki 5 pilar, salah satu pilarnya adalah pilar wirausaha. Jadi, anak-anak dari kelas 1 itu sudah ada kurikulum tersendiri, dan di didik jadi seorang entrepreneur dari sejak dini," kata Subakah Abdul Aziz, Jalan Dogo Pojok,
Rabu 8 Desember 2021.

Dia menjelaskan, tema dalam kegiatan ini adalah ceria, menyenangkan, dan bermakna. Di sesuaikan dengan tema kelas yaitu cuaca. Dari kegiatan ini, siswa siswi nampak antusias untuk menjual makanan dan minuman di cuaca cerah atau pun hujan. Mereka mendapat makna dari hasil penjualan ini, bagaimana bertransaksi dengan konsumen, menghitung kembalian dan menghitung hasil jualan.

Baca Juga: Kakek Penjga Palang Pintu Kereta Api yang Selamatkan Pengendara Motor Hanya Dapat Upah 5 Ribu Per Hari

Yang ditekankan bukan masalah untung dan rugi dalam penjualan. Karena dengan harga antara Rp.1000- Rp.5000 mungkin akan jauh di bilang untung. Namun ada makna tersendiri bagi mereka. Munculnya keberanian dalam berjualan.

Ada transaksi antara kakak kelas, adik kelas dan para guru. Yang tentunya ada effort lebih agar mereka menghilangkan rasa malu dan takut dalam diri. Ini adalah pembelajaran yang sangat bermakna.

Hal ini yang menjadi lebih kuat masuk ke alam bawah sadar mereka dalam sebuah pembelajaran, dibandingkan mereka ujian tertulis saja.

Baca Juga: Kesalahan Teknis Saat Pengumuman Eliminasi ‘My Teenage Girl’, Juri Sampai Menangis

"Alhamdulillah mereka senang, mereka antusias sekali dalam berjualan. Jadi yang menjualnya itu dari kelas 3 SD, tapi yang belinya itu dari siswa-siswi kelas TK, kelas 1, 2 dan SMP sampai guru-gurunya. Kalau saya lihat mereka ceria dan menyenangkan," imbuhnya.

Dia berharap, siswa-siswi SAB dikemudian hari bisa menjadi manusia yang kreatif dan memiliki jiwa enterpreneurship, intintinya mereka bisa bertahan dikemudian hari dalam kondisi apapun.

"Mudah-mudahan mereka menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa," pungkasnya. (Okky Adiana)***

 

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X