• Selasa, 18 Januari 2022

Tak Hanya Gagahi 12 Santriwati Pesantren di Bandung, HW Paksa Anak Didiknya Jadi Kuli Bangunan

- Kamis, 9 Desember 2021 | 09:55 WIB
HW guru ngaji pesantren di Bandung juga memaksa banyak anak didiknya untuk menjadi kuli bangunan. (/PIXABAY/Anemone123)
HW guru ngaji pesantren di Bandung juga memaksa banyak anak didiknya untuk menjadi kuli bangunan. (/PIXABAY/Anemone123)

INILAHKORAN, Bandung- Sepak terjang HW, guru ngaji pesantren di Bandung yang jadi pelaku kekerasan seksual 12 santriwati terus jadi sorotan.

Dugaan terbaru menyebutkan, HW juga telah memaksa banyak anak didiknya di pesantren Bandung untuk menjadi kuli bangunan.

Aksi ekploitasi para santri pesantren di Bandung yang dilakukan HW, terungkap dalam rilis resmi dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) RI.

"Serta para korban dipaksa dan dipekerjakan sebagai kuli bangunan saat membangun gedung pesantren di daerah Cibiru," ungkap Wakil Ketua LPSK RI Livia Istania DF Iskandar dalam rilis yang diterima InilahKoran, Kamis 9 Desember 2021.

Baca Juga: Tega! 8 Bayi Hasil Kekerasan Seksual Dimanipulasi HW Jadi Yatim Piatu untuk Minta Bantuan Dana

Selain itu, LPSK mengungkap sebanyak 8 bayi yang lahir dari hasil kekerasan seksual HW terhadap para santriwati, statusnya 'disulap' menjadi yatim piatu.

"Fakta persidangan mengungkap bahwa anak-anak yang dilahirkan oleh para korban diakui sebagai anak yatim piatu dan dijadikan alat oleh pelaku, untuk meminta dana kepada sejumlah pihak. Dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk para korban juga diambil," lanjut Livia Istani DF Iskandar.

Diberitakan sebelumnya, HW diketahui sebagai pemilik dan pengurus tiga pesantren di Bandung, Madani Boarding School Cibiru, Pondok Tahfiz Al-Ikhlas, dan Yayasan Manarul Huda Antapani.

Baca Juga: Guru Pesantren Bandung Perkosa 12 Santriwati, Ridwan Kamil Ingin Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Halaman:

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nadiem Makarim : Kegiatan PAUD Sangat Penting

Senin, 17 Januari 2022 | 19:03 WIB
X