• Selasa, 17 Mei 2022

Buntut Kasus Guru Cabul Pesantren Bandung, Sekolah Tutup, Izinnya Terancam Dicabut

- Kamis, 9 Desember 2021 | 11:35 WIB
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandung  Tedi Ahmad Junaedi mengusulkan pencabutan izin operasional pesantren di Bandung buntut mencuatnya kasus guru cabul pesantren Bandung.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandung Tedi Ahmad Junaedi mengusulkan pencabutan izin operasional pesantren di Bandung buntut mencuatnya kasus guru cabul pesantren Bandung.

INILAHKORAN, Bandung - Kepala Kementerian Agama Kota Bandung, Tedi Ahmad Junaedi mengaku, telah mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk membekukan izin operasional pesantren seiring adanya kasus pelecehan seksual dengan pelaku guru berinisial HW (36). 

“Secara operasional, kan hari ini sudah tidak ada santri, pesantren ditutup. Secara izin operasional kami akan mengajukan permohonan pembekuan ke pusat untuk pondok pesantren tersebut,” kata Tedi saat dikonfirmasi, Kamis 9 Desember 2021.

Dijelaskan dia, rekrutmen tenaga guru di pesantren merupakan kewenangan yayasan atau pesantren. Namun pihaknya mengimbau dan meminta di kemudian hari agar pihak pengelola lebih selektif untuk merekrut tenaga pendidik. 

“Memang, secara ril kedalaman persoalan pengangkatan guru dan lain-lain itu, hak dari yayasan pesantren itu sendiri. Tetapi kita mengimbau kepada mereka untuk lebih selektif,” ucapnya.

Baca Juga: Guru Pesantren Cabuli Belasan Anak Didik, Begini Reaksi Keras MUI Kota Bandung

Kasus predator HW, guru pesantren cabul di Kota Bandung yang menjadikan 12 anak didikannya sebagai budak seks, kini tengah dalam proses sidang.

Atas perbuatannya, HW didakwa primair melanggar Pasal 81 ayat (1), ayat (3) jo Pasal 76.D UU R.I Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Sedangkan dakwaan subsidair, Pasal 81 ayat (2), ayat (3) jo Pasal 76.D UU R.I Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Baca Juga: Miris! Begini Kondisi Terakhir Para Korban Kekerasan Seksual HW sang Guru Pesantren di Bandung

"Ancaman hukumannya 15 tahun," kata PLT Aspidum Kejati Jabar, Riyono di Kantor Kejati Jabar, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu (8/12/2021).

Namun, lanjut Riyono, ada tambahan hukuman terhadap Herry. Statusnya sebagai tenaga pendidik, memberatkan ancaman hukuman terhadap dia.

"Perlu digarisbawahi, di sini ada pemberatan (hukuman) karena dia (terdakwa HW) sebagai tenaga pendidik (guru atau ustaz). Ancaman hukumannya jadi 20 tahun," kata dia. (yogo triastopo)

 

Halaman:

Editor: Zulfirman

Tags

Terkini

X