Begini Pengakuan HW, Terdakwa Kasus Guru Cabul Pesantren Bandung soal Kasus yang Membelitnya

HW, terdakwa kasus guru cabul pesantren Bandung yang menggagahi belasan anak didiknya, mengakui segala perbuatan.

Begini Pengakuan HW, Terdakwa Kasus Guru Cabul Pesantren Bandung soal Kasus yang Membelitnya
[ILUSTRASI] Guru Pesantren Cabuli 12 Santriwatinya di Bandung

INILAHKORAN, Bandung – HW, terdakwa kasus guru cabul pesantren Bandung yang menggagahi belasan anak didiknya, mengakui segala perbuatan.

Hal itu disampaikan Ira Mambo, kuasa hukum HW. Ira adalah pihak yang mendampingi HW, terdakwa kasus guru cabul pesantren Bandung itu saat bersidang di Pengadilan Negeri Bandung.

“Terdakwa tidak banyak membantah, banyak membenarkan," kata Ira Mambo, kepada wartawan, Kamis 9 Desember 2021. Sebagai terdakwa kasus guru cabul pesantren Bandung, sidang perkara ini sudah berlangsung beberapa kali.

Ira menyebut sampai dengan kini, dirinya belum dapat memberikan keterangan lainnya soal perkara HW tersebut. Karena perkara HW, saat ini tengah dalam proses persidangan.

Baca Juga: Buntut Kasus Guru Cabul Pesantren Bandung, Sekolah Tutup, Izinnya Terancam Dicabut

“Kita tidak bisa memberikan informasi karena kami penasihat hukumnya secara detailnya itu masih dalam praduga tak bersalah,” katanya.

Sebagai bagian dari penegakan hukum, pihaknya tetap akan mengacu pada fakta persidangan.

“Nanti dari kesaksian pun kalau perkara asusila ini lebih jelasnya itu nanti di putusan,” tuturnya. 

Baca Juga: Guru Pesantren Cabuli Belasan Anak Didik, Begini Reaksi Keras MUI Kota Bandung

Kasus predator HW, guru pesantren cabul di Kota Bandung yang menjadikan 12 anak didikannya sebagai budak seks, kini tengah dalam proses sidang.

Atas perbuatannya, HW didakwa primair melanggar Pasal 81 ayat (1), ayat (3) jo Pasal 76.D UU R.I Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Sedangkan dakwaan subsidair, Pasal 81 ayat (2), ayat (3) jo Pasal 76.D UU R.I Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

"Ancaman hukumannya 15 tahun," kata PLT Aspidum Kejati Jabar, Riyono di Kantor Kejati Jabar, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu (8/12/2021).

Baca Juga: Miris! Begini Kondisi Terakhir Para Korban Kekerasan Seksual HW sang Guru Pesantren di Bandung

Namun, lanjut Riyono, ada tambahan hukuman terhadap Herry. Statusnya sebagai tenaga pendidik, memberatkan ancaman hukuman terhadap dia.

"Perlu digarisbawahi, di sini ada pemberatan (hukuman) karena dia (terdakwa HW) sebagai tenaga pendidik (guru atau ustaz). Ancaman hukumannya jadi 20 tahun," kata dia. (Cesar Yudghistira)


Editor : inilahkoran