• Selasa, 24 Mei 2022

Soal Keanehan Kasus Guru Cabul Pesantren Bandung, Polda Jabar Akui 'Sembunyikan'

- Kamis, 9 Desember 2021 | 14:03 WIB
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago (istimewa)
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago (istimewa)



INILAHKORAN, Bandung - Kasus guru cabul pesantren Bandung dengan terdakwa HW, terungkap pada Mei 2021. Kasus tersebut, tidak terdengar saat tengah dalam proses penyidikan kepolisian.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago mengatakan, kasus guru cabul pesantren Bandung yang memakan korban belasan anak tersebut, sengaja tidak dipublikasikan ke media karena beberapa hal.

"Kemarin itu kita tidak merilis ke media dan mengekspos ke media karena menyangkut dampak psikologis dan sosial yang menjadi korban. Kasihan kan mereka itu," kata Erdi A Chaniago, saat dihubungi via ponselnya, Kamis 9 Desember 2021, terkait kasus guru cabul pesantren Bandung.

Meskipun begitu, Erdi A Chaniago mengatakan kasus ini telah diselesaikan penyidikannya, dan saat ini telah rampung pemberkasan. Tersangka pun, lanjut Erdi, tengah menjalani proses sidang.

Baca Juga: Keras...Yana Mulyana: Guru Cabul Pesantren Bandung Itu Kebiri Saja!

"Tapi kita tetap menuntaskan kasus yang dilaporkan kepada kita dan faktanya memang sudah berkas dan tersangka sudah diterima ke kejaksaan dan sekarang sudah disidangkan," katanya.

Sebelumnya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandung, Tedi Ahmad Junaedi, mengakui bahwa penanganan kasus guru cabul pesantren Bandung ini sudah berlangsung cukup lama.

Tedi Ahmad Junaedi menyebutkan sudah mengetahui bahwa kasus tersebut berjalan sejak Mei lalu. Tapi baru sekarang kasus guru cabul pesantren Bandung ini terungkap di publik setelah menjalani beberapa kali persidangan.

Baca Juga: Ternyata, Wali Kota Oded M Danial Sudah Tahu Kasus Guru Cabul Pesantren Bandung Sejak Mei

“Kasus ini sudah berjalan sejak Mei-Juni,” kata Tedi Ahmad Junaedi kepada wartawan di Bandung, Kamis 9 Desember 2021.

Dia berharap proses hukum terus berjalan dan dapat segera selesai. “Karena melalui persidangan, ini lebih terbuka. Kami berharap secara personal, proses hukum harus tetap berjalan,” ujar dia. 

Tedi mengaku telah mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk membekukan izin operasional pesantren seiring adanya kasus pelecehan seksual dengan pelaku guru berinisial HW (36). 

Halaman:

Editor: Zulfirman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Duh...Lima Ekor Sapi di Kota Bandung Positif PMK

Selasa, 24 Mei 2022 | 11:13 WIB
X