• Kamis, 26 Mei 2022

Ulah HW Bikin Geram Pendidik, Itu Bukan Pelecehan, Tapi Kejahatan Seksual

- Kamis, 9 Desember 2021 | 16:36 WIB
Yusi Riksa Yustiana dari UPI Bandung menilai tindakan guru cabul pesantren Bandung bukan pelecehan, melainkan kejahatan seksual.
Yusi Riksa Yustiana dari UPI Bandung menilai tindakan guru cabul pesantren Bandung bukan pelecehan, melainkan kejahatan seksual.



INILAHKORAN, Bandung - Guru cabul pesantren Bandung menggagahi 12 santriwati hingga beberapa korbannya hamil dan melahirkan. Hal ini membuat para pegiat pendidikan geram dengan ulah sang pelaku.

Kepala Badan Bimbingan dan Konseling dan Pengembangan Karir Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Yusi Riksa Yustiana angkat bicara. Menurut dia, kalau secara dimensi psikologis, guru cabul pesantren Bandung itu sakit.

"Kenapa orang itu sakit, karena dia secara pribadi tidak sehat, dia dalam kapasitas sebagai seorang pendidik mencederai pemahaman dan konsep dirinya sebagai seorang pendidik," katanya tentang kasus guru cabul pesantren Bandung itu.

Dia juga dalam kapasitas sebagai orang dewasa yang berada di lingkungan yang juga seharusnya memberikan perlindungan terhadap anak-anak, dia tidak dikerjakan.

Baca Juga: Astaga! Guru Cabul HW Ternyata Sikat Dana Bantuan Pesantren di Bandung untuk Check In Hotel

Lalu secara jelas, secara psikologis dia tidak sehat, karena dia melakukannya dalam jangka waktu yang lama dari 2016, sampai ada bayi, artinya dia kan tidak ada rasa bersalah.

"Ini bukan pelecehan, tapi kejahatan. Bayangkan, orang yang berbuat dosa tidak merasa bersalah. Artinya kan hatinya mati. Sedarhana saja, kalau kata hatinya terpelihara dengan baik, sebagai orang yang sehat , kita nyontek saja, itu kan hatinya deg-degan, gimana kalau ketahuan," kata dia.

"Bukan berarti nyontek itu boleh, tapi artinya kalau dibandingkan dengan pelaku itu, jauh," ujar Yusi Riksa Yustiana Kamis 9 Desember 2021.

Baca Juga: Terungkap! Modus Guru Ngaji HW untuk Gagahi Belasan Santriwati Pesantren di Cibiru Bandung

Sebagai orang tua, Yusi Riksa Yustiana berharap, semua orang yang mengikuti perkembangan pelecehan seksual, semua merasa sakit. Pihaknya mengutuk perbuatan ini, tetapi yakinlah, bahwa kehidupanmu tidak berhenti sampai disini, itu yang perlu dimiliki oleh anak-anak.

Halaman:

Editor: Zulfirman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X