DPRD Kota Bandung Beberkan Strategi Penanganan Covid-19 di Forum Asia

DPRD Kota Bandung membeberkan strategi dalam penanganan pandemi Covid-19, mewakili Indonesia dalam ACF, TCF dan GCF,

DPRD Kota Bandung Beberkan Strategi Penanganan Covid-19 di Forum Asia
Ketua Masyarakat Pencak Silat Indonesia (Maspi), Edwin Senjaya. (Antara Foto)

INILAHKORAN, Bandung – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung membeberkan strategi dalam penanganan pandemi Covid-19, mewakili Indonesia dalam Asian Councils Forum (ACF), Taiwan Councils Forum (TCF) dan Global Councils Forum (GCF) yang digelar secara virtual, Jumat lalu.

Pertemuan virtual yang bertajuk ‘Menangani Masalah dan Strategi Pencegahan Sebelum dan Sesudah Pandemi’ tersebut melibatkan sejumlah negara, seperti Jepang, Tiongkok, Malaysia dan beberapa negara lain saling bertukar informasi akan persoalan Covid-19, yang sudah berjalan selama dua tahun terakhir.

Wakil Ketua III DPRD Kota Bandung Edwin Senjaya dalam forum tersebut mengatakan, sejumlah upaya sudah dilakukan Pemerintah Kota Bandung dalam menghadapi pandemi.

Salah satunya dengan kesiapan pangan, mengantisipasi kelangkaan kebutuhan vital masyarakat lewat program Buruan Sae.

Baca Juga: DPRD Kota Bandung Nilai Sinergitas dengan Himpunan Mahasiswa Harus Diperkuat

Dia menjelaskan, program tersebut adalah mengajak masyarakat memanfaatkan ketersediaan lahan yang ada di sekitar mereka, dengan menanam tumbuhan yang bisa dikonsumsi.

Sehingga kebutuhan pangan keluarga dapat terpenuhi secara mandiri, tanpa harus khawatir terjadi kelangkaan akibat dampak dari pandemi. Mengingat Kota Bandung selama ini bergantung dari daerah lain, dalam memenuhi kebutuhan pangan.

"Terdapat delapan kegiatan Buruan Sae, yaitu menanam sayuran, buah-buahan, tanaman obat, budidaya ikan lele, nila, dan lainnya. Ternak unggas, pengelolaan sampah organik atau sampah rumah tangga, pembibitan dan komponen terakhir yaitu mengolah produk Buruan Sae menjadi produk yang nilai ekonomi tinggi,” ucapnya.

Baca Juga: DPRD Kota Bandung Dukung Revitalisasi Terminal Leuwipanjang

Edwin melanjutkan, selama pandemi program Buruan Sae adalah salah satu prioritas yang diperluas dengan melibatkan stakeholder lain seperti perguruan tinggi, masyarakat, pemerintah, media, Non-Governmental Organization (NGO) lokal dan internasional, serta TNI dan Polri.

Sejauh ini kata dia, lewat program tersebut banyak masyarakat yang ekonominya terbantu karena menjadi sumber alternatif pendapatan.

"Pada perkembangannya, Buruan Sae tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan keluarganya saja, tetapi juga untuk masyarakat di sekitarnya dan sebagian masyarakat dapat berkembang menjadi mata pencahariannya,” ucapnya. (Yuliantono)


Editor : inilahkoran