• Selasa, 5 Juli 2022

PT IP Saguling Tegaskan Lahan Garapan Tak Bisa Dipindahtangankan

- Jumat, 24 Desember 2021 | 11:30 WIB
PT Indonesia Power menegaskan lahan garapan tidak bisa diperjualbelikan. (INILAH/Agus Satia Negara)
PT Indonesia Power menegaskan lahan garapan tidak bisa diperjualbelikan. (INILAH/Agus Satia Negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Dugaan praktik jual beli lahan garapan yang berada di kawasan sekitar  venue ski air Kota Baru Parahyangan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) membuat PT Indonesia Power (IP) Saguling POMU geram.

Manager Civil dan Lingkungan (MSL), PT IP Saguling POMU, Novi Haryanto menegaskan, jika lahan garapan milik mereka tidak boleh dijual atau dipindahtangankan oleh warga  kepada pihak lain.

Diberitakan sebelumnya petani penggarap lahan tidur di kawasan bantaran Waduk Saguling milik PT IP yang ada di sekitar kawasan Kota Baru Parahyangan Padalarang, harus terusir. Pasalnya lahan garapan yang sudah puluhan tahun digarap sudah berpindah tangan yang diduga diperjualbelikan.

"Lahan garapan itu, oleh warga penggarap tidak bisa dipindahtangankan atau bahkan diperjuabelikan. Kalau benar terjadi, bisa masuk ke ranah hukum," tegasnya, Jumat 24 Desember 2021.

Ia menjelaskan, dengan munculnya informasi tersebut pihaknya bakal melakukan tindakan penataan dan pendataan para penggarap lahan milik PT IP.

Sebab, lanjut dia, di dalam perjanjian kerja sama (PKS) dengan warga penggarap, ada klausul aturan yang menyebut jika lahan garapan tidak boleh dipindahtangankan.

"Untuk mengawasi lahan PT IP Saguling yang memiliki total luas 475 kilometer garis batas tanah sangat sulit, apalagi personel terbatas," ujarnya.

Kendati demikian, pihaknya akan melakukan sedikit demi sedikit pemetaan, pendataan, dan penataan kepada para penggarap guna menjaga keamanan aset tanah negara.

"Pilot project yang terstruktur ada di Pangalengan, dimana warga penggarap, luasan lahan, pemanfaatan, fungsi, dll, tercatat secara terstruktur. Kami secara bertahap akan melakukan hal itu di Saguling, dan memang butuh waktu," bebernya.

Lebih jauh ia menerangkan, pihaknya bakal lebih memperhatikan persoalan ini dengan serius. Terlebih di tahun 2021 ini juga sedang dilakukan pemetaan lahan tahap ketiga di bantaran waduk Saguling sepanjang 246 kilometer dari total 475  kilometer garis batas tanah milik PT IP di sejumlah desa di wilayah selatan KBB.

"Langkah itu sebagai upaya mengamankan aset milik negara dan agar ada kepastian hukum kepemilikan aset tanah PT Indonesia Power terkati penguasaan fisik di lapangan," terangnya. *** (agus satia negara)

Editor: Ahmad Sayuti

Tags

Terkini

Jadwal SIM Keliling Bandung Selasa 5 Juli 2022

Selasa, 5 Juli 2022 | 08:05 WIB
X