• Selasa, 5 Juli 2022

Kondisi dan Strategi Perbankan Selama Pandemi Lesu

- Minggu, 2 Januari 2022 | 09:56 WIB
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat tidak membagikan data pribadi kepada orang tidak dikenal. Karena bisa disalahgunakan untuk kepentingan perbankan./net
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat tidak membagikan data pribadi kepada orang tidak dikenal. Karena bisa disalahgunakan untuk kepentingan perbankan./net

  

INILAHKORAN, Bandung,- Perbankan lesu selama pandemi COVID-19. Penyaluran kredit yang terhambat menjadi salah satu faktor penyebabnya. Perbankan pun dituntut untuk melakukan efisiensi untuk bertahan dan bangkit di tengah pandemi COVID-19.

 

Demikian dikatakan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Padjadjaran (Unpad) Nanny Dewi dalam Dialog Online Recovery Center yang digelar Komite Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Daerah (KPED) Jabar, Rabu (29/12/2021) malam WIB.

 

Menurut Nanny, penyaluran kredit selama pandemi cenderung flat. Jika ada pertumbuhan, jumlahnya pun tidak besar. Hal tersebut, katanya, disebabkan oleh dua faktor utama. Faktor pertama, permintaan kredit dari dunia usaha belum cukup tinggi.

 

"Artinya, dunia usaha juga masih wait and see. Melihat kondisi pandemi yang belum menunjukkan kapan akan berakhirnya. Sehingga permintaan kepada kredit tidak terlalu tinggi," kata Nanny.

 Baca Juga: KPED Kembangkan Strategi Rantai Pasok di Jawa Barat

Faktor kedua, kehati-hatian perbankan dalam menyalurkan kredit. Nanny menuturkan, perbankan tetap melakukan kebijakan prudential. Hal itu membuat perbankan menahan pencairan kredit sampai kondisi benar-benar stabil.

Halaman:

Editor: tantan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X