• Minggu, 29 Mei 2022

Kadisdik Jabar PTM Bisa 100 Persen Digelar, Asalkan...

- Selasa, 4 Januari 2022 | 20:41 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi (istimewa)
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi (istimewa)

INILAHKORAN- Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi menyatakan pembelajaran tatap muka terbatas (PTM) yang sedianya dilaksanakan pada 10 Januari 2022, akan dilakukan 100 persen, apabila penyelenggaraan pembelajaran diberlakukan berdasarkan level PPKM dan kondisi geografis.

Dia menyebutkan, pelaksanaan PTM untuk level 1 dan 2 dilakukan setiap hari, dengan jumlah peserta didik 100 persen dan lama pembelajaran paling lama 6 jam per hari.

"Khusus bagi daerah yang masih diluar PPKM level 1 dan 2, maka masih dilakukan secara bergantian dengan peserta didik kapasitasnya 50 persen. Kalau pun dilapangan terjadi hal yang tadi, kita sarankan untuk dikurangi. Jadi biasanya belajar 6 jam, bisa dikurangi jadi 4 jam," kata Dedi Supandi, Selasa 4 Desember 2021.

Baca Juga: Gabung Persib, Kakang Rudianto Enggan Hanya Jadi Pemain 'Parkiran', Ini Ambisinya...

Menurut dia, pihaknya sudah melakukan persiapan-persiapan terkait PTM. Misalnya saja, mulai dari mengisi daftar periksa, evaluasi tingkat kepatuhan selama pembelajaran, pemberlakukan status vaksin di satuan pendidikan dengan mengguanakan aplikasi yang terintegrasi dengan Peduli Lindungi dan data Dapodik.

Termasuk meneliti kasus suspek dan komorbid dari setiap warga sekolah yang dilakukan oleh Satgas Covid-19 di sekolah masing-masing, serta kontak erat dari kasus yang terkonfirmasi positif covid-19.

"Sudah kami lakukan semuanya dari kemarin-kemarin, singkatnya.
 
 
Dia menambahkan, piihaknya juga sudah mengecek beberapa sekolah di Jawa Barat. Seperti ketersediaan masker cadangan di setiap sekolah, toilet yang bersih dan layak, sarana cuci tangan, ventilasi, alat pengukur suhu tubuh, disinfektan, dan memasang media komunikasi di setiap sekolah.

"Kami berharap, setiap sekolah harus mampu mengakses fasilitas pelayanan kesehatan, jadi ada kerjasama sekolah dan Puskemas setempat. Mereka juga mempunyai tim satuan gugus tugas Covid-19, termasuk juga verifikasi nomor penanggung jawab di satuan pendidikan," paparnya.

Menurut Dedi Supandi, sejauh ini sekolah yang dimungkinkan untuk menggelar PTM adalah, seluruh sekolah di Jawa Barat, hanya masih ada beberapa kabupaten atau kota yang tetap masuk ke dalam kondisi menunggu tugas atau arahan dari kepala daerah masing-masing-masing.
 
Baca Juga: Menjauhkan Anak-anak dari Varian Omicron, Begini Caranya Menurut Penjelasan Ahli

Dia menambahkan, vaksinasi ini bukan menjadi syarat utama bagi siswa-siswi, tapi pihaknya mengupayakan agar mereka untuk tetap divaksin.

"Tapi ada juga siswa tidak mengunakan vaksin, karena komorbid dan lain sebainya, tapi yang jelas terkendali dengan kondisi pemantauan dan pengawasan oleh satuan tugas sekolah dan pengawas sekolah," ujarnya. (Okky Adiana)***
 
 

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

FKP2B Gelar Halal Bi Halal, Ini Kata Presidium

Sabtu, 28 Mei 2022 | 13:33 WIB

Segera Potong Kabel Ilegal di Kota Bandung

Jumat, 27 Mei 2022 | 20:40 WIB
X