Pencabulan Santriwati Pondok Pesantren di Ciparay, Ini Kata MUI

- Minggu, 9 Januari 2022 | 18:07 WIB
MUI Kabupaten Bandung meminta masyrakat tidak menyamakan semua pondok pesantren atas kejadian di Ciparay. (Net)
MUI Kabupaten Bandung meminta masyrakat tidak menyamakan semua pondok pesantren atas kejadian di Ciparay. (Net)

INILAHKORAN, Bandung - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bandung meminta masyarakat tidak menyamakan kejadian pencabulan yang terjadi di salah satu pondok pesantren di Ciparay dengan pesantren lainnya.

MUI Kabupaten Bandung mengakui jika kejadian pencabulan oleh oknum pengurus pondok pesantren di Ciparay secara tidak langsung membuat kepercayaan kepada masyarakat berkurang.

"Kejadian memalukan ini memang membuat kepercayaan  sebagian masyarakat berkurang kepada lembaga pendidikan Islam (pesantren). Tapi kejadian itu hanya kecil, keberhasilan pesantren mencetak para mubalig dan orang hebat lainnya jauh lebih besar. Saya imbau masyarakat jangan "nyakompet daunkeun" (menyamakan) kejadian di Ciparay itu dengan tempat pendidikan Islam lainnya," kata Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom) MUI Kabupaten Bandung, Aam Muamar, melalui sambungan telepon, Minggu 9 Desember 2022.

Baca Juga: Polisi: Dugaan Pencabulan dan Pemerkosaan di Pondok Pesantren di Ciparay Terjadi Sejak 2019

Selain tidak menggeneralisir, kata Aam, ke depan masyarakat khususnya orang tua santri juga harus terlibat aktif dalam pengawasan pesantren. Dan sebaliknya, pengelola pondok pesantren pun harus lebih terbuka atau open managemen dalam pengelolaan atau mengurus santri dan santriwatinya.

"Pengelola pondok pesantren juga harua open managemen, jangan mentang-mentang orang tua santri sudah menyerahkan, mereka seenaknya menerapkan sistem yang tertutup. Nah kalau pengawasan terbuka kan semua pihak baik itu pemerintah maupun masyarakat (orang tua santri) bisa mengetahui aktivitas anak-anak didiknya," ujarnya.

Aam juga meminta Kantor Kementrian Agama (Kemendag) Kabupaten Bandung, melakukan pengawasan dan melakukan pendampingan (supervisi) terhadap aktivitas pesantren di wilayahnya. Dengan begitu, berbagai aktivitas pesantren bisa terpantau dan berjalan sesuai dengan jalurnya.

Baca Juga: Buntut Kasus Pencabulan Pengurus Pondok Pesantren di Ciparay, Pengawasan Lembaga Pendidikan Harus Diperketat

"Di Kemenag itu kan ada bagian pembinaan pondok pesantren. Nah diharapkan mereka bisa masuk lebih jauh dan melakukan supervisi. Agar jika ada aktivitas yang dirasa menyimpang dapat segera ditegur dan ditindak sesuai aturan," katanya.

Halaman:

Editor: Ahmad Sayuti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X