Legislator Minta Pemkot Bandung Matangkan Lagi Konsep Wisata Kuliner

- Rabu, 12 Januari 2022 | 13:18 WIB
Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung  meminta Pemkot mematangkan konsep  wisata kuliner (istimewa)
Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung meminta Pemkot mematangkan konsep wisata kuliner (istimewa)

INILAHKORAN– Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUKM) untuk mematangkan konsep wisata kuliner.

Dalam rapat kerja Selasa lalu, membahas Target Realisasi Belanja dan Pendapatan TA 2021 serta Rencana Target Realisasi Belanja dan Pendapatan TA 2022, Kepala Dinas KUKM Kota Bandung Atet Dedi Handiman menyampaikan bahwa, data UMKM pada 2021 sebanyak 147.999 dengan rata-rata omzet sebanyak Rp205.923.106.

Ini mencerminkan adanya pertumbuhan signifikan dibandingkan 2020, yang hanya Rp109.109.065. Pemulihan ekonomi paska pandemi Covid-19 kata Atet yang menjadi fokus Pemkot Bandung saat ini, peluang UMKM akan diproyeksikan oleh Dinas KUKM melalui konsep destinasi wisata.

Baca Juga: SLBN A Pajajaran Bandung Belum 100 Persen PTMT, Ini Penyebabnya

“Kami bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata akan mengembalikan potensi dan peluang UMKM menjadi daya tarik wisata yang sebelumnya telah kami sediakan melalui sarana seperti Teras Cihampelas dan Salapak. Selain itu kami telah melaksanakan beberapa pelatihan bagi pelaku Koperasi dan UMKM yang di dalamnya juga ada Pedagang Kaki Lima (PKL), juga turut kami bina bersama praktisi dan pendamping yang handal di bidang ekonomi kreatif,” ujarnya.

Menyikapi laporan tersebut, Ketua Komisi B Hasan Faozi menyatakan pihaknya mendukung penuh terkait pengembangan wisata melalui UMKM. Namun pihaknya meminta strategi harus disiapkan secara matang, khususnya infrastruktur.

“Saya sangat mendukung dengan adanya program tersebut, namun kita juga perlu sadar dengan infrastruktur Kota Bandung yang bisa dinilai kurang penyediaan lahan parkir. Seperti contohnya di Teras Cihampelas dan Salapak. Dua lokasi tersebut cukup sulit menemui lahan parkir yang repesentatif bagi wisatawan,” ujar Faozi.

Baca Juga: Victor Igbonefo dan Nick Kuipers Comback Persib Bandung, Bali United Tak Terkejut

Dia menambahkan, pengawasan harus dilaksanakan secara serius melalui pembinaan, khususnya bagi (PKL) yang juga turut menjadi salah satu bagian program yang dilaksanakan oleh Dinas KUKM.

Halaman:

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X