• Selasa, 17 Mei 2022

Anggota Pramuka Diduga Dianiaya, Kadisdik Jabar: Ektrakurikuler Juga Harus Ramah Anak

- Kamis, 13 Januari 2022 | 13:56 WIB
Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi (istimewa)
Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi (istimewa)
INILAHKORAN-Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat Dedi Supandi mengajak agar tagline sekolah ramah anak tidak hanya berlaku pada kegiatan belajar dan mengajar saja.
 
Namun dia tegaskan, sekolah ramah anak harus diaplikasikan pula pada kegiatan ektrakurikuler.
 
Hal tersebut disampaikan Dedi Supandi menyusul adanya dugaan penganiayaan terhadap siswa SMA Negeri 1 Ciamis dalam kegiatan ektrakurikuler Pramuka pada akhir pekan lalu.
 
 
Buntut dari kejadian itu, sebanyak 3 siswa harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit.
 
"Terkait kejadian Pramuka di SMAN 1 Ciamis, kejadian itu berawal dari hari Sabtu di luar sekolah. Jadi sebetulnya itu kegiatan di luar instansi pendidikan dan tidak ada izin dari sekolah," ujar Dedi Supandi, Kamis (13/1/2022).
 
Menurut Dedi Supandi, dugaan penganiyaan itu terjadi saat korban mengikuti kegiatan paskat atau pasukan tongkat yang tengah melatih kemampuan baris berbaris menggunakan tongkat.
 
 
"Yang disayangkan memang kejadian tindakan kekerasan ini berdampak ada tiga orang yang masuk rumah sakit. Yang dua orang sudah keluar rumah sakit dan siap sekolah lagi. Sedangkan yang satu belum," katanya. 
 
Dedi mengaku, ada sejumlah langkah yang dilakukan untuk menyikapi kejadian ini. Yang pertama, yaitu melakukan moratorium untuk kegiatan Pramuka di gugus depan sekolah SMAN 1 Ciamis.
 
"Kami juga sudah melaporkan ke Kwarda Jawa Barat, nanti selama moratorium akan melakukan pembenahan untuk memperbaharui struktural dalam rangka memutus mata rantai," tegas dia.  
 
 
Hal itu dilakukan, lantaran kegiatan paskat atau pasukan tongkat tersebut merupakan kegiatan yang biasa melibatkan alumni. Maka untuk memutus mata rantai tersebut dan juga sebagai upaya pengawasan ektrakulirer Pramuka, dia melarang ada keterlibatan dari alumni lebih dulu. 
 
"Karena sudah ada kebiasaan lama seperti itu yang dilakukan secara turun temurun, seperti pola pembaiatan untuk menjadi anggota unit tongkat," ucapnya. 
 
Dia memastikan, telah memerintahkan pihak sekolah agar memperbaiki keseluruhan terkait tagline sekolah ramah anak bukan hanya selama kegiatan belajar dan mengajar saja. 
 
 
"Tapi juga harus sampai ke kegiatan-kegiatan ekstrakulikuler," imbuhnya. 
 
Lebih lanjut, dia juga mengapresiasi orang tua korban yang telah melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke polisi. 
 
"Karena ini perlu dilakukan untuk memutus mata rantai tadi," pungkas Dedi. (Riantonurdiansyah)***

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jadwal SIM Keliling Bandung Selasa 17 Mei 2022

Selasa, 17 Mei 2022 | 08:05 WIB
X