• Selasa, 18 Januari 2022

Alhamdulillah, Ciamis Punya Jembatan Gantung Gantung, Warga Dua Desa Gak Susah Lagi Nyebrang

- Jumat, 14 Januari 2022 | 14:09 WIB
organisasi kemanusiaan bentukan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Jabar Quick Response (JQR), sukses membangun jembatan gantung di Ciamis (istimewa)
organisasi kemanusiaan bentukan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Jabar Quick Response (JQR), sukses membangun jembatan gantung di Ciamis (istimewa)

INILAHKORAN, Ciamis - Awal tahun 2022, organisasi kemanusiaan bentukan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Jabar Quick Response (JQR), sukses membangun jembatan gantung.

Terbentang kokoh di atas Sungai Cimuntur menghubungkan Desa Kertabumi Kecamatan Cijeungjing dan Desa Denasari Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Koordinator Kanal Jembatan JQR, Mulla Panggabean, mengatakan, sebelumnya warga di dua desa berpenduduk 4903 jiwa harus melewati jembatan rusak untuk melewati sungai.

Baca Juga: Kwarda Pramuka Jabar Bangun Jembatan Gantung Penghubung Jabar-Jateng di Cirebon

“Untuk mengakses pendidikan, ekonomi, kesehatan dan lainnya warga nekat dan bertaruh nyawa ketika menyeberangi sungai dengan lebar sekitar 55 meter itu,” ujar Mulla dalam siaran persnya, Jumat 14 Januari 2022.

Menurut Mulla, pengerjaan jembatan dilaksanakan kurang dari 10 hari. Menurutnya, partisipasi warga dipadukan dengan tim teknis jembatan dapat memotong waktu pembangunan. Selain itu, warga juga akan timbul rasa memiliki, sehingga kedepan turut merawat jembatan yang dibangun.

“Pengerjaan melalui jasa kontraktor akan lebih lama, kunci kecepatan adalah partisipasi masyarakat dengan tim teknis pengerjaan, hal ini adalah wujud dari comunity development yang dilakukan JQR untuk setiap pelaksanaan pembangunan jembatan," ucapnya.

Baca Juga: Hore! Jabar Bakal Punya Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia

Mulla menambahkan, jembatan gantung adalah salah satu kanal aduan di JQR. Masyarakat bisa melaporkan ke website jabarq.id atau media sosial JQR jika memiki persoalan terkait kebutuhan akses jembatan gantung untuk mobilisasi keseharian warga.

“Banyak warga melaporkan soal kebutuhan jembatan gantung di daerahnya karena terputusnya akses ekonomi, pendidikan dan pelayanan lainnya. Maka daripada itu kemudian jadi isu kemanusiaan yang wajib direspon oleh JQR,” ujar Mulla.

Lebih jauh, menurut Mulla, tujuan pembangunan jembatan bukan hanya membangun infrastruktur namun juga etos yang selama ini ada di desa yakni gotong royong.

Baca Juga: Jembatan Gantung Terbentang, Warga Desa Tenjolaut: Hatur Nuhun Ridwan Kamil

 
"Jauh hari sebelum pembangunan kami melakukan assesment dan sosialisasi sampai membentuk kelompok kerja sehingga ujungnya bukan hanya membangun infrastuktur tapi juga menghubungkan manusia dengan manusia,” katanya.

Selain gotong royong dengan warga, JQR juga berkolaborasi dengan pihak swasta Bank Jabar Banten (BJB) dan Vertical Rescue Indonesia (VRI). Menurut Mulla, JQR sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan siapa pun dan mengajak untuk bersama menuntaskan permasalahan kemanusiaan di Jawa Barat.

“Sesuai dengan amanat Gubernur Jawa Barat, untuk percepatan menyelesaikan permasalahan kemanusiaan kami harus mengedepankan cara-cara kolaborasi, selama itu urusan kemanusiaan mari kita bersama selesaikan,” kata Mulla.
 
Baca Juga: Warga Semringah Pembangunan Jembatan Gantung Mandala Kasih Rampung

Salah seorang warga juga guru di MI Kertabumi Titin Agutina menyatakan rasa syukurnya, awalnya banyak anak didiknya yang tidak bisa masuk kelas ketika arus sungai tengah deras. Titin telah sangat lama mengharapkan jembatan yang aman untuk dilewati anak didik dan warga lainnya.

“Mudah-mudahan dengan adanya jembatan ini membawa keberkahan untuk yang membangun juga untuk yang melewatinya,” ujarnya. (Okky Adiana)***
 

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nadiem Makarim : Kegiatan PAUD Sangat Penting

Senin, 17 Januari 2022 | 19:03 WIB
X