• Senin, 16 Mei 2022

Kasus Pungli SMAN 22 Bandung Tak Ganggu Proses Belajar Mengajar

- Minggu, 16 Januari 2022 | 22:46 WIB
Kadisdik Jabar Dedi Supandi memastikan kasus pungutan liar (Pungli) di SMAN 22 Bandung tidak mempengaruhi proses belajar dan mengajar siswa (dok inilahkoran)
Kadisdik Jabar Dedi Supandi memastikan kasus pungutan liar (Pungli) di SMAN 22 Bandung tidak mempengaruhi proses belajar dan mengajar siswa (dok inilahkoran)

INILAHKORAN,Bandung,- Dinas Pendidikan Jawa Barat memastikan mencuatnya kasus dugaan pungutan liar di SMAN 22 Bandung yang melibatkan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat (Kadisdik Jabar) Dedi Supandi memastikan aktivitas belajar dan mengajar SMAN 22 Bandung tidak akan terganggu setelah adanya temuan dugaan pungutan liar (pungli) di sekolahnya.

"Ya, saya baru dapat informasinya tadi malam. Kejadiannya, secara hukum kita menunggu proses karena mau gelar perkara dulu. Nanti prosesnya seperti apa, apakah rekomendasinya untuk menjatuhkan hukuman disiplin atau pidana. Orang tersebut sebagai Wakasek sebaiknya dihentikan," tegas Dedi Supandi, Minggu 16 Januari 2022.

Baca Juga: Borneo FC dan Persib Saling Klaim Soal Indra Mustafa

Dedi Supandi menjelaskan, dari informasi yang diterima berita, terduga menerima uang sebesar 10 Juta Rupiah.

Kendati begitu, pihaknya sudah melakukan pembinaan dan melakukan peringatan kepada kepala cabang dinas sebagai bagian daripada institusi yang langsung melakukan pembinaan ke kepala sekolah.

"Maka saya pun juga menyampaikan ke kepala cabang dinas untuk menghadiri gelar perkara yang dilakukan," ucapnya.

Baca Juga: Longsor Pangalengan, Satu Orang Warga Meninggal Dunia

SMAN 22 Bandung salah satu sekolah yang terjaring oleh saber pungli. Sebagai Kadisdik Jabar, pihaknya mendukung saber pungli tersebut untuk terus melakukan pembenahan.

Halaman:

Editor: Ghiok Riswoto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X