• Jumat, 1 Juli 2022

Nadiem Makarim Ingin Revolusi Multi Disiplin, Ini Tujuannya!

- Senin, 17 Januari 2022 | 11:00 WIB
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim. (antara)
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim. (antara)


INILAHKORAN, Bandung - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Ristek Dikti Nadiem Anwar Makarim ingin ada revolusi multi disiplin, dimana dunia ini sudah berubah total, tidak ada kotak-kotak lagi, semuanya harus berkolaborasi.

"Kita perlu lulusan multidimensi, dari sisi skil jiwa sosial dan integritas, jadi inilah arah kampus merdeka, kita mau berbagai macam prodi bercampur, kita mau berbagai macam pengalaman dalam kampus luar kampus," kata Nadiem Anwar Makarim saat menghadiri Dies Natalis ke-67 Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), pada Senin 17 Januari 2022.

Dia ingin memastikan bahwa kartu Indonesia pintar kuliah (KIPK) sekarang sudah berubah menjadi KIPK Merdeka. Sekarang anak-anak kurang mampu bisa bermimpi setinggi langit, mau semahal apapun itu prodi, dia bisa mendapatkan full beasiswa.

Baca Juga: Hari Guru Nasional 2021, Fraksi PKS Unggah Sindiran untuk Mendikbud Nadiem Makariem

"Kita sudah besar dari 2,4 juta, sekarang bisa sampai 12 juta. ini mendorong anak-anak terbaik kita mencapai mimpinya," ucapnya.

Dia berharap, bahwa kerangka akademika dan juga profesional itu harus perbatasannya dilepas, harus ada percampuran antara dua dunia ini yang dinamis.

Universitas harus jauh lebih fleksibel, menghormati tiga semester di luar prodi, ditekan kurikulum menjadi lima semester, partisipasi MBKM magang bersertifikat, kampus mengajar, pertukaran mahasiswa, ke luar negeri semua itu harus didorong.

Baca Juga: Tegas! Nadiem Makarim Bantah Permendikbudristek PPKS untuk Halalkan Seks Bebas

"Universitas harus menciptakan programnya sendiri di luar kampus, kita butuh gerakan, bukan kebijakan. Kalau kebijakan saja itu gampang, susahnya itu jadi budaya baru," ucap Nadiem Anwar Makarim.

Rektor Unpar Mangadar Situmorang menambahkan, sejalan dengan kebijakan Menteri tentang kampus merdeka, pihaknya mengambil langkah, mulai dari fleksibelisasi kurikulum, menjadi penting untuk bisa mengakomodir ruang bagi mahasiswa untuk bisa belajar multidisiplin.

"Apa yang dilakukan, harus menciptakan ruang mahasiswa untuk bisa berinteraksi satu sama lain, dan salah satunya adalah gedung pusat pembelajaran ini, ini kita sebut pusat pembelajaran karena mahasiswa dari seluruh fakultas atau prodi bisa bertemu berinteraksi baik secara akademik intelektual maupun sosial, ini akan menjadi tempat untuk melihat potensi talenta masing-masing tanpa mengurangi kualitas keilmuan, menjadi terbuka," pungkas Mangadar Situmorang. (Okky Adiana)***

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PPDB 2022 di KBB, Orang Tua Terpaku pada Zonasi

Kamis, 30 Juni 2022 | 15:11 WIB

15 Ormawa ISBI Bandung Ikuti LDKM Tahun 2022  

Kamis, 30 Juni 2022 | 13:12 WIB

Pemkot Bandung Sigap, Penjual Hewan Kurban Lega

Rabu, 29 Juni 2022 | 21:20 WIB
X