• Senin, 23 Mei 2022

Ambil Sampel Arang dan Pasir di Lokasi Penemuan Fosil Kerbau Purba, Peneliti Bakal Ungkap Usianya

- Rabu, 19 Januari 2022 | 13:18 WIB
 Tim Peneliti daru Universitas Indonesia (UI) dan ITB Bandung melakukan pengambilan sampel arang dan pasir guna guna mengukur usia dari fosil kerbau purba yang ditemukan di Pulau Sirtwo Waduk Saguling (Agus Satia Negara)
Tim Peneliti daru Universitas Indonesia (UI) dan ITB Bandung melakukan pengambilan sampel arang dan pasir guna guna mengukur usia dari fosil kerbau purba yang ditemukan di Pulau Sirtwo Waduk Saguling (Agus Satia Negara)



INILAHKORAN, Ngamprah - Tim Peneliti daru Universitas Indonesia (UI) dan ITB Bandung melakukan pengambilan sampel arang dan pasir guna guna mengukur usia dari fosil kerbau purba yang ditemukan di Pulau Sirtwo Waduk Saguling, Kampung Suramanggala RT 01 RW 01 Desa Baranangsiang, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dengan metode penanggalan karbon (carbon dating).

Paleontolog ITB, Dr. Mika Rizki Puspaningrum mengatakan, pihaknya pun telah membawa sampel pasir guna mengetahui penanggalan dengan cara Opticle Stimulated Lumination (OSL).


Ia menyebut, metode ini dipergunakan untuk melihat kapan waktu terakhir lapisan pasir tersebut tersinari matahari.

Baca Juga: Akademisi Sarankan Manfaatkan Pulau Terluar untuk Ternak Sapi-Kerbau

"Ya tadi kita sudah ambil sampel arang untuk carbon dating dan sampel pasir untuk OSL," katanya.

Kendati sampel tersebut telah berhasil didapat, namun pihaknya belum bisa memastikan usia dari fosil kerbau tersebut lantaran diperlukan analisis panjang untuk mengukur penanggalan. Ditambah keterbatasan alat di dalam negeri.

"Hasilnya tunggu publikasi kita. Cukup lama memang, setahun saja bisa dianggap cepat. Analisisnya gak bisa juga di Indonesia karena belum bisa. Jadi kita mesti kirim ke luar negeri," bebernya.

Baca Juga: Seperti Apa Indonesia di Tahun Kerbau Logam? Ini Kata Pakar Feng Shui

Diberitakan sebelumnya, Tim peneliti dari Universitas Indonesia, ITB, dan Museum Geologi Bandung melakukan penyelamatan fosil kerbau purba di Pulau Sirtwo Waduk Saguling beberapa waktu lalu.

Upaya tersebut diambil guna menyelamatkan fosil dari genangan air waduk Saguling.

Sementara itu, Paleontolog dari UI, Sukiato Khurniawan menuturkan, analisis usia fosil merupakan standar sains yang mesti dilakukan.

Baca Juga: Spoiler Ikatan Cinta Rabu 19 Januari 2022: Al Kecolongan, Irvan Bakal Dendam Lagi ke Keluarga Alfahri?

Ia menilai, kendati ada banyak metode dalam melakukan hal tersebut. Peneliti akan bergantung pada objek yang ditemukan.

"Kita bakal melakukan penanggalan karena itu standar studi sains kita. Tapi tergantung pada metode dan objek yang tersedia. Tidak semua dengan metode karbon (carbonara dating). Tapi bisa dengan cara lain dan butuh waktu panjang. Jadi sampai sekarang kita belum bisa kasih angka berapa umurnya," tandasnya. (agus satia negara) ***

 
 

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Baznas Kota Bandung Raih Tiga Kali WTP

Sabtu, 21 Mei 2022 | 17:30 WIB

Kota Bandung Deklarasikan Sebagai Kota Angklung

Sabtu, 21 Mei 2022 | 16:15 WIB
X