• Senin, 23 Mei 2022

Siasati Kenaikan Harga Minyak, Pemda KBB Gelar Operasi Pasar Murah di Dua Kecamatan Ini

- Rabu, 19 Januari 2022 | 14:45 WIB
Operasi Pasar Murah di Kabupaten Bandung Barat (Agus Satia Negara)
Operasi Pasar Murah di Kabupaten Bandung Barat (Agus Satia Negara)



INILAHKORAN, Ngamprah - Kenaiklan harga komoditas minyak goreng yang terus mengalami kenaikan pada akhir tahun 2021 membuat masyarakat meradang, tak terkecuali di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Bahkan, memasuki tahun 2022, harga minyak goreng juga belum mengalami penurunan.

Menyiasati hal itu, Pemerintah Daerah (Pemda) Bandung Barat melaksanakan operasi pasar murah khusus untuk komoditas minyak goreng kemasan.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan mengatakan, sebanyak 7.200 liter minyak goreng didistribusikan di dua kecamatan yakni Ngamprah dan Parongpong.

Baca Juga: Foto: Peresmian Saung Tenaga Surya di Taman Tegallega Kota Bandung

"Untuk kecamatan Ngamprah sebanyak 3.200 liter dan Parongpong 4.000 liter," katanya.

Ia menjelaskan, kegiatan operasi pasar murah ini dilakukan sebagai bentuk respon Pemda KBB terhadap kenaikan minyak goereng yang mencapai harga Rp19.000-20.000 per liter.

"Di operasi pasar murah ini harganya Rp14.000 per liter dan setiap warga maksimal mendapatkan dua liter," jelasnya.

Baca Juga: Koalisi Masyarakat Sunda Minta PDIP Mencopot Arteria Dahlan

Ia berharap, dengan adanya operasi pasar murah tersebut bisa mengurangi beban ekonomi masyarakat, khususnya warga KBB.

"Mudah-mudahan beban masyarakat lantaran harga minyak goreng bisa berkurang," tandasnya.

Seperti diketahui, faktor penyebab naiknya harga minyak goreng saat ini dipengaruhi oleh harga crude palm oil (CPO) dunia yang naik menjadi US$ 1.340/MT. Kenaikan harga CPO tersebut berdampak pada harga minyak goreng ikut naik cukup signifikan.

Baca Juga: Gaga Muhammad Jalani Sidang Vonis Hari Ini, Kakak Laura Anna: Gak Ada yang Bisa Gantiin Penderitaan Laura

Selain CPO, faktor lain yang menjadi penyebab turut naiknya harga minyak nabati lantaran gangguan cuaca yang menekan jumlah produksi minyak nabati dunia. (agus satia negara).***

 
 

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Baznas Kota Bandung Raih Tiga Kali WTP

Sabtu, 21 Mei 2022 | 17:30 WIB

Kota Bandung Deklarasikan Sebagai Kota Angklung

Sabtu, 21 Mei 2022 | 16:15 WIB
X