Waspadai Omicron, Kapolres Cimahi Lakukan Langkah Ini

- Kamis, 20 Januari 2022 | 11:04 WIB
Varian baru omicron
Varian baru omicron
INILAHKORAN, Cimahi - Adanya kasus temuan adanya sejumlah warga yang terpapar varian Omicron di Jawa Barat membuat pemerintah mengambil langkah preventif, tak terkecuali dari pihak kepolisian.
 
Kapolres Cimahi AKBP Imron Ermawan mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi penyebaran Omicron.
 
Ia menyebut, pihaknya pun mulai melakukan pengetatan aktivitas masyarakat, serta antisipasi warga dan wisatawan yang hendak berkunjung ke kawasan wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
 
 
"Pengetatan aktivitas dilakukan secara situasional, kemudian di kawasan Lembang diawasi termasuk bagaimana pengelola wisata menerapkan PeduliLindungi di objek wisata," katanya.
 
Ia mengaku, pihaknya pun mengacu berdasarkan hasil dari evaluasi pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) kemarin. Menurutnya, saat itu, aktivitas di Lembang tergolong kondusif dan terkendali.
 
"Libur Nataru kemarin Lembang kondusif tidak ada kasus COVID-19 baru, karena masyarakat sudah sadar prokes," kata Imron.
 
 
Kapolda Jabar Irjen Pol Suntana mengingatkan kepada seluruh masyarakat di wilayah Jawa Barat agar tidak kendur menerapkan prokes COVID-19. Hal itu mengingat adanya temuan sejumlah warga Jawa Barat yang terpapar varian Omicron.
 
"Masyarakat harus waspada penyebaran COVID-19 varian Omicron,  yang sudah masuk ke daerah Jawa Barat. Di Indonesia sudah ada dan di Jawa Barat ditemukan di beberapa tempat," tuturnya saat ditemui di Mapolres Cimahi, belum lama ini.
 
Ia menjelaskan, guna mencegah penyebaran Omicron tersebut salah satunya adalah dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan menjalani vaksinasi. 
 
 
"Untuk warga yang sudah divaksin juga mesti waspada dan jangan mengabaikan prokes," jelasnya.
 
Ia menambahkan, pihaknya bersama pemerintah provinsi dan daerah telah melakukan evakuasi dan langsung mengarahkan mereka yang terpapar untuk menjalani isolasi.
 
Ia mengimbau, kepada masyarakat agar tetap di rumah jika tidak memiliki kegiatan yang terlalu penting karena berpotensi terpapar COVID-19.
 
 
"Ya kalau tidak terlalu penting, masyarakat sebaiknya tidak beraktivitas di luar rumah atau berkerumun, cukup di rumah saja," tandasnya. (agus satia negara).

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X