• Selasa, 17 Mei 2022

Pengamat Ungkap Tiga Modal Elektoral Ridwan Kamil Maju di Pilpres 2024

- Kamis, 20 Januari 2022 | 13:27 WIB
Menjelang Pilpres 2024, Ridwan Kamil mengatakan jodoh politik nggak pernah pilihan pengantin, semua kawin paksa. (Humas Pemprov Jabar)
Menjelang Pilpres 2024, Ridwan Kamil mengatakan jodoh politik nggak pernah pilihan pengantin, semua kawin paksa. (Humas Pemprov Jabar)
 
INILAHKORAN, Bandung-Pengamat politik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof Karim Suryadi menilai keputusan Ridwan Kamil maju di ajang Pilpres 2024 lantaran ada kans cukup kuat dalam kontestasi. 
 
Dia mengatakan, ada tiga alasan bagi Gubernur Jabar Ridwan Kamil sulit mengelak dari realitas politik sehingga kerap  muncul di papan atas survei Calon Presiden (Capres) tahun 2024 yang digelar oleh beberapa lembaga. 
 
"Dalam survei capres yang digelar beberap lembaga, RK kerap masuk empat besar. Padahal RK masih fokus menjalankan tugas sebagai Gubernur Jabar. Inilah realitas politik yang sulit dihindari RK," ujar Prof Karim, Kamis (20/1/2022).
 
 
Adapun tiga alasan mantan Walikota Bandung itu sulit mengelak dari realitas politik yang terjadi saat ini, pertama nama Ridwan Kamil yang selalu muncul di papan atas survei berjalan dengan sendirinya. 
 
Meskipun, Ridwan Kamil sendiri belum melakukan langkah-langkah khusus untuk mendongkrak popularitasnya.
 
"RK boleh dibilang belum melakukan langkah khusus menuju pilpres tapi potensi elektoralnya cukup signifikan. Buktinya meski belum masang baliho capres tapi popularitasnya melampaui mereka yang sudah lama nongkrong di baliho," jelasnya.
 
 
Kedua, sebagai Gubernur Jabar, Ridwan Kamil dinilai punya modal elektoral yang nyata. 
 
'Lebih-lebih keterwakilan masyarakat Jabar di tingkat nasional menjadi keprihatinan masyarakat Jabar umumnya," imbuh Karim. 
 
Selanjutnya, gubernur merupakan jabatan yang paling diterima publik menuju tangga capres. Karena apa yang menjadi tugasnya presiden juga menjadi tugasnya gubernur.
 
 
"Diantara para pejabat, gubernur adalah jalan paling lazim dan mudah diterima menuju tangga capres. Ini karena apa yang diurus presiden juga nenjadi tugasnya gubernur. Jadi, dari sisi deposit politik, gubernur adalah bukti jaminan paling meyakinkan," katanya.
 
Di sisi lain, sebagai kendaraan bagi calon pemimpin negara, partai politik diminta untuk membuka ruang selebar-lebarnya dengan membuka sistem rekruitmen bagi siapa saja pemimpin yang mempunyai kapasitas dan kualitas.
 
Prof Karim menegaskan, rekruitmen yang dibuka oleh parpol diharapkan bisa menemukan pemimpin yang juga diharapkan oleh masyarakat. Sehingga iklim demokrasi pun benar-benar sehat.
 
 
"Demi kebaikan demokrasi dan politik itu sendiri harus dibuka mekanisme rekrutmen yang memungkinkan calon berkualitas maju, sehingga bangsa menemukan pemimpinnya yang otentik," jelasnya.
 
Selain itu, saat disinggung soal Capres harapan masyarakat, Prof Karim mengatakan bahwa kriteria pemimpin yang diharapkan masyarakat itu sangatlah sederhana.
 
Masyarakat, kata Prof Karim, hanya mengharapkan pemimpin yang mampu menangkap keinginan masyarakat yang diwujudkan dalam kebijakan. Pengalaman memimpin juga menjadi syarat mutlak bagi Capres yang akan berkontestasi di Pilpres 2024.
 
 
"Sederhana, yang bisa menangkap degup jantung warga dan newujudkannya ke dalam kebijakan. Pengalaman memgelola urusan publik dan komitmen pada demokrasi, kesejahteraan dan keadilan sosial tidak bisa ditawar," pungkasnya.
 
Sebelumnya, Ridwan Kamil sudah menyatakan siap untuk maju dalam perhelatan Pilpres 2024. Kesiapan itu disampaikan Ridwan Kamil usai menghadiri kegiatan di Bali.
 
Kang Emil mengatakan bahwa dirinya masih memilih partai yang bakal mengusungnya.
 
"Lahir batin kan sudah siap (maju Pilpres). Masalah nanti warnanya (partai) apa, itu Allah yang tentukan," kata Ridwan Kamil, di Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Selasa (18/1/2022). (Riantonurdiansyah)***

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jadwal SIM Keliling Bandung Selasa 17 Mei 2022

Selasa, 17 Mei 2022 | 08:05 WIB
X