• Senin, 23 Mei 2022

Kemis Nyunda, Cara Kota Bandung Lestarikan Bahasa Ibu

- Kamis, 20 Januari 2022 | 23:25 WIB
Program Kemis Nyunda di Kota Bandung merupakan implementasi menerapkan budaya dan bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-hari. (Humas Pemkot Bandung)
Program Kemis Nyunda di Kota Bandung merupakan implementasi menerapkan budaya dan bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-hari. (Humas Pemkot Bandung)

INILAHKORAN, Bandung - Kota Bandung sebagai salah satu Tanah Pasundan, kental dengan bahasa Sunda dan budaya. Salah satu bentuk kecintaan tersebut diwujudkan dalam program Kemis Nyunda.

Setiap hari Kamis, seluruh instansi Pemerintah Kota Bandung termasuk sekolah menerapkan budaya Sunda dengan program Kemis Nyunda tersebut.

Implementasi Kemis Nyunda serta penerapan budaya Sunda dalam kegiatan sehari-hari itu tertuang dalam Pasal 11 Peraturan Wali Kota No. 063 Tahun 2019, tentang perubahan ketiga.

Baca Juga: Senangnya Warga Mandalajati Mendapat Bantuan Renovasi Rumah dari Pemerintahan Kota Bandung

Peraturan tersebut menetapkan pakaian adat yang menjadi seragam kerja di instansi Pemerintah Kota Bandung. Pakaian bernuansa Sunda tersebut beskap, pangsi, kebaya, dan kebaya berkarembong.

Lebih spesifik, beskap dan pangsi digunakan oleh laki-laki. Sedangkan kebaya untuk perempuan.

Terkait penggunaan bahasa daerah, termasuk bahasa Sunda, Plt. Wali Kota Bandung Yana Mulyana menyebut hal itu sebagai upaya mempertahankan budaya yakni bahasa Ibu. Ia juga menyebut bahasa Sunda adalah bahasa Ibu bagi orang Sunda.

Baca Juga: Harga Minyak Goreng di Kota Bandung Dipastikan 14 Ribu Per Liter

"Penggunaan bahasa Sunda di wilayah kita di berbagai kegiatan itu wajar. Itu ikhtiar untuk mempertahankan budaya sendiri, bahas ibu," ujar Yana.

Halaman:

Editor: Ahmad Sayuti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Baznas Kota Bandung Raih Tiga Kali WTP

Sabtu, 21 Mei 2022 | 17:30 WIB

Kota Bandung Deklarasikan Sebagai Kota Angklung

Sabtu, 21 Mei 2022 | 16:15 WIB
X