• Minggu, 22 Mei 2022

Gunakan Bahasa Sunda, Before, Now and Then (Nana) Akan Eksis di Festival Film Berlin

- Jumat, 21 Januari 2022 | 13:39 WIB
film Before, Now and Then (Nana) masuk seleksi untuk tayang perdana di program kompetisi utama 72nd Berlin International Film Festival. (istimewa)
film Before, Now and Then (Nana) masuk seleksi untuk tayang perdana di program kompetisi utama 72nd Berlin International Film Festival. (istimewa)
INILAHKORAN, Bandung-Dengan menggunakan bahasa Sunda, film Before, Now and Then (Nana) masuk seleksi untuk tayang perdana di program kompetisi utama 72nd Berlin International Film Festival.
 
Film Nana besutan sutradara Kamila Andini dan produser Ifa Isfansyah dan Gita Fara ini diperankan oleh aktor dan aktris tenar nusantara, seperti Happy Salma, Laura Basuki dan Ibnu Jamil.
 
Adapun film berbahasa Sunda dengan judul Nana ini  berlatar tahun 1960, mengangkat kisah hidup Raden Nana Sunani yang di adaptasi dari penggalan novel 'Jais Darga Namaku' karya Ahda Imran.
 
 
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil turut bangga atas capaian film Nana yang tidak sekadar meramaikan industri film tanah air namun turut eksis di gelaran internasional. Terlebih, Pemprov Jabar sendiri turut mendukung dalam produksi film tersebut. 
 
"Ini ada peristiwa bersejarah. Ada film Indonesia finalis festival film Berlin dan pertama kali berbahasa daerah yaitu berbahasa Sunda," ujar Ridwan Kamil, Jumat (21/1/2022).
 
Ridwan Kamil menilai, pengakuan dunia terhadap karya anak bangsa patut diapresiasi mengingat saat ini isu kebhinekaan sedang menjadi sorotan. 
 
 
"Apalagi dengan isu bahasa kebhinekaan yang jadi sorotan, prestasi ini sangat membanggakan menunjukan jangan malu berbahasa daerah, lestarikan bahasa daerah dengan cara baru melalui medium film, konten dan sebagainya," tuturnya. 
 
Dengan kreativitas di film Nana ini menjadi bukti bahwa dunia juga menghargai bahasa Sunda.  
 
"Kalau dunia menghargai masa bangsa kita kurang menghargai. Jadi ini poinnya kebangkitan bahasa daerah di dunia internasional melalui masuknya film Nana di Berlin Internasional Film Featival," jelasnya. 
 
Sementara itu Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Benny Bachtiar menuturkan, tradisi budaya bisa mendunia jika dikemas dengan konsep yang baik. 
 
 
"Kita bisa membuktikan bahwa tradisi budaya itu bisa mendunia. Ini sejarah bagi masyarakat Sunda," ucap Benny. 
 
Film Nana bisa menjadi momentum bagi pemerintah maupun industri film tanah air agar lebih mengeksplorasi potensi sejarah lokal untuk diangkat menjadi sebuah karya. Apalagi, kata Benny, banyak cerita legenda Sunda yang bisa diangkat jadi sebuah film. 
 
"Kita kan ada legenda Lutung Kasarung, Nyi Roro Kidul itu kan ceritanya bisa diangkat dan bisa memperkaya nuansa budaya nasional," jelasnya. (riantonurdiansyah)***
 
 

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Baznas Kota Bandung Raih Tiga Kali WTP

Sabtu, 21 Mei 2022 | 17:30 WIB

Kota Bandung Deklarasikan Sebagai Kota Angklung

Sabtu, 21 Mei 2022 | 16:15 WIB

KEREN, Pemkot Bandung Berhasil Quattrick WTP

Jumat, 20 Mei 2022 | 20:20 WIB

Uji Coba Flyover Kopo, Kapan Resmi Beroperasi?

Jumat, 20 Mei 2022 | 19:04 WIB
X