• Jumat, 20 Mei 2022

Dinsos Kota Bandung Akui Sulit Vaksinasi Anjal

- Sabtu, 22 Januari 2022 | 13:47 WIB
 Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung Tono Rusdiantono (Yogo Triastopo)
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung Tono Rusdiantono (Yogo Triastopo)
INILAHKORAN, Bandung - Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung Tono Rusdiantono menyebut bahwa pemberian vaksinasi kepada anak jalanan masih dinilai sangat sulit dilakukan.
 
Apalagi menurut Tono, bahwa kebanyakan anak jalanan yang berkeliaran di Kota Bandung tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Karena vaksinasi harus mengikuti aturan berlaku. 
 
"Nah itu, kesulitannya itu di KTP. Karena memang dari Dinkes itu aturannya orang yang akan divaksin itu harus ada NIK. Jadi hanya ada beberapa saja, mungkin jumlah pastinya yang telah divaksin harus tanya dulu ke Dinkes," kata Tono, Sabtu 22 Januari 2022.
 
 
Selain itu dikatakan Tono, pemberian vaksin Covid-19 kepada anak jalanan sering dilakukan setiap hari sekaligus melakukan penjangkauan. Terlebih, mengingat saat ini kasus varian baru Covid-19 berjenis omicron sudah ditemukan di Kota Bandung.
 
"Kalau anak jalanan, sebetulnya kita lakukan setiap hari ya penjangkauan. Bahkan sekarang terlihat ya agak sedikit lengang karena kita melakukan tiap hari itu penjangkauan. Kita bersama Dinkes melakukan penyuntikan," ucapnya. 
 
Tono mengklaim, pemberian vaksin Covid-19 kepada anak jalan sudah menyentuh angka 57 orang yang terdata di Pusat kesejahteraan sosial (Puskesos) milik Dinsos Kota Bandung.
 
 
"Sebenernya udah banyak ya yang terdata di Puskesos. Yang diberikan vaksin Covid-19 itu sekitar 40 sampai 57 orang. Tetapi ada yang kita dapet, itu enggak punya KTP. Jadi enggak bisa divaksin," ujar dia. 
 
Tono menambahkan, pihaknya akan koordinasi dengan Disdukcapil terkait NIK KTP. Di setiap penjangkauan, terhadap anak jalanan, nyatanya 70 persen merupakan warga luar Kota Bandung. *** (Yogo Triastopo) 

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X