• Jumat, 27 Mei 2022

Nasib Pengungsi Kampung Giri Awas Pangalengan Terkatung-katung, Gara-gara Bupati Lamban?

- Selasa, 25 Januari 2022 | 11:24 WIB
Nasib para pengungsi Kampung Giri Awas Pangalengan terkatung-katung lantaran Bupati Dadang Supriatna tak kunjung menetapkan status tanggap darurat bencana.
Nasib para pengungsi Kampung Giri Awas Pangalengan terkatung-katung lantaran Bupati Dadang Supriatna tak kunjung menetapkan status tanggap darurat bencana.

INILAHKORAN, Bandung- Nasib 25 Kepala Keluarga (KK) pengungsi Kampung Giri Awas Pangalengan kini masih terkatung-katung.

Para pengungsi Kampung Giri Awas Pangalengan, itu masih tinggal di tenda-tenda pengungsian.

Itu, setelah para pengungsi Kampung Giri Awas Pangalengan terpaksa mengosngkan rumah mereka yang rawan bencana longsor sesuai instruksi Bupati Bandung, Dadang Supriatna.

Pusat Sumber Daya Komunitas (PSDK) Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum pun mendesak Bupati Bandung Dadang Supriatna untuk segera menetapkan status tanggap darurat.

Baca Juga: Penangguhan Penahanan Ditolak Penyidik, Begini Reaksi Kuasa Hukum Bahar bin Smith

Pegiat PSDK DAS Citarum, Cecep Yusuf M menilai, status tanggap darurat sudah layak ditetapkan untuk penanganan penanganan 25 Kepala Keluarga (KK) warga Kampung Giri Awas RT 03 RW 14 Desa Sukaluyu, Kecamatan Pangalengan itu.

"Kalau merujuk kepada pedoman penetapan tanggap darurat yang dikeluarkan BNPB. Status tersebut bisa dikeluarkan jika ada dua faktor, pertama adanya gangguan kehidupan yakni ada korban jiwa atau pengungsian. Kedua, adalah gangguan penghidupan yaitu kondisi yang mengakibatkan adanya kerusakan sarana dan prasarana, kerusakan lingkungan, kerugian dan berdampak psikologis. Nah kalau melihat kondisi yang dialami oleh 25 KK warga Kampung Giri Waras ini sudah terpenuhi kedua faktor untuk ditetapkannya status tanggap darurat," kata salah seorang pegiat PSDK DAS Citarum, Cecep Yusuf M, di Pangalengan, Selasa 25 Januari 2022.

Baca Juga: Angin Puting Beliung Terjang Leles Kabupaten Garut, 31 Rumah Rusak Berat

Dikatakan Cecep, karena Bupati Bandung Dadang Supriatna tidak mengeluarkan status tanggap darurat, menyebabkan Pemerintah Kabupaten Bandung tidak bisa memberikan bantuan.

Halaman:

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jadwal SIM Keliling Bandung Jumat 27 Mei 2022

Jumat, 27 Mei 2022 | 08:05 WIB
X