Kasus Omicron di Jabar, Kadisdik: Kami Ikuti Kebijakan Pemerintah Pusat

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) secara umum mencatat adanya peningkatan kasus Covid-19 sejak awal tahun 2022.

Kasus Omicron di Jabar, Kadisdik: Kami Ikuti Kebijakan Pemerintah Pusat
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Sopandi
 

INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) secara umum mencatat adanya peningkatan kasus Covid-19 sejak awal tahun 2022.

Di tengah meningkatnya kasus Covid-19 varian Omicron, Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar sudah melakukan evaluasi bahwa sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang PTM Terbatas, pembelajaran tatap muka berjalan sesuai aturan.

“Apabila kasus (Covid-19) naik kembali, PTM dilaksanakan sesuai level PPKM. Jadi, saat ini level PPKM Jabar turun ketiga, kita turunkan juga PTM-nya jadi hanya 50 persen,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Dedi Supandi, dari akun Instagram resmi disdikjabar, Senin 31 Januari 2022.
 
Baca Juga: Pemprov Jabar Anggarakan Rp60 Miliar untuk Terminal Ciledug, Anggota Komisi IV Bilang Begini

Pihaknya pun, lanjut dia, mengikuti kebijakan pemerintah pusat.

“Kecuali khusus lokal, apabila ada sekolah yang terkena kasus di atas 5 persen, kita hentikan sementara. Tapi, tidak untuk seluruh sekolah," ucapnya.

Menurutnya, sejauh ini sudah ada beberapa sekolah yang dihentikan.

“Sudah ada di Depok dan Bekasi, tetapi penghentiannya bersifat sementara karena secara lokal ada kasus,” ungkapnya. 
 
 
Kadisdik menjelaskan, untuk keseluruhan, PTM saat ini di 75 persen. Namun, ada beberapa daerah yang sekarang turun ke 50 persen, seperti Depok dan Purwakarta. 
 
“Kita memastikan peserta didik tetap belajar dengan sehat dan mengenyam pendidikan dengan baik,” tegasnya. *** (Okky Adiana)
 
 


Editor : inilahkoran