Jembalas Diperbaiki, Pengelola Sebut Warga dan Anak Sekolah Banyak yang Terlambat

Pengelola Jemabalas di Cihampelas KBB mengaku dengan adanya proses perbaikan jembatan banyak warga dan anak sekolah terlambat

Jembalas Diperbaiki, Pengelola Sebut Warga dan Anak Sekolah Banyak yang Terlambat
Jembalas di Cihampelas KBB saat ini masih dalam proses perbaikan.

INILAHKORAN, Ngamprah - Pengelola jembatan alternatif yang menghubungkan Batujajar-Cihampelas di Kabupaten Bandung Barat (KBB) atau yang biasa disebut Jembalas dipastikan tengah dilakukan perbaikan.

Sementara terkait dengan foto yang memperlihatkan Jembalas ambruk sebenarnya karena volume air sungai yang meningkat saat perbaikan tersebut dilakukan.

Pengelola Jembalas, Cecep Sumanta menegaskan, Jembalas tersebut sengaja diputus lantaran sedang diservis dan dilakukan perawatan guna meningkatkan keamanan warga yang melintas.

Baca Juga: Nick Kuipers Beri Ucapan Ulang Tahun untuk Persib Pakai Bahasa Sunda

Dengan adanya musibah tersebut, sambung dia, banyak masyarakat yang terlambat bekerja, termasuk anak sekolah banyak yang terlambat karena jalan utama macet.

"Karena selisih waktu antara menggunakan Jembalas dan jalan utama itu sekitar 30 menit," katanya, Selasa 15 Maret 2022.

Ia menyebut, aktivitas pemeliharaan Jembalas tersebut dilakukan setiap hari.

"Kalau ada yang sedikit rusak langsung kita perbaiki," sebutnya.

Kebetulan, lanjut dia, dalam 1x24 jam ada karyawan yang stand by. Namun, karena ada kejadian seperti ini semua langsung turun.

Baca Juga: Samsat Subang Optimis Raih Pendapatan Rp477,14 Miliar Tahun 2022

"Karyawan di sini ada 10 orang dan apabila ada kejadian 10 orang tersebut langsung turun dan melakukan perbaikan saat itu juga," ucapnya.

Bahkan, sejak semalaman para karyawan tidak tidur dan terus melakukan perbaikan lantaran khawatir volume air bakal kembali naik.

"Kita tengah memasang drum khawatir kalau air kembali pasang," tuturnya.

Disinggung terkait kerugian, ia mengaku, kerugian ada namun hanya pada penambahan alat dan itu merupakan hal yang wajar.

"Kendati harus merogoh kocek dari kantong sendiri itu gak masalah kalau demi kepentingan umum," ucapnya.

Baca Juga: Laporan SPT Tahunan ASN KBB Hanya 20 Persen, Ini Kata Hengky

Menurutnya, dari pendapatan yang diterima dari adanya Jembalas ini, pihaknya kembali bisa digunakan untuk perbaikan dan pemeliharaan.

"Gak masalah meski gak kebagian, yabg penting Jembalas ini bisa kembali digunakan karena ini untuk kepentingan banyak orang," pungkasnya.*** (agus satia negara).


Editor : inilahkoran