Ngabuburit, Ratusan Warga Serbu Kawasan Curug Agung Padalarang

Kawasan Curug Agung Padalarang jadi tempat favorit ratusan warga KBB untuk menghabiskan waktu sambil ngabuburit.

Ngabuburit, Ratusan Warga Serbu Kawasan Curug Agung Padalarang
Ratusan warga di Kampung Curug Agung, Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang rela berdesak-desakan.

INILAHKORAN, Ngamprah - Ratusan warga memadati kawasan Curug Agung Padalarang.

Ternyata di bulan Ramadhan 2022 ini, banyak warga yang menanti adzan Maghrib atau ngabuburit di kawasan Curug Agung Padalarang.

Ratusan warga di Kampung Curug Agung, Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), itu rela berdesak-desakan demi untuk sekadar membeli takjil dan berjalan-jalan.

Baca Juga: Pengamat: Jalan Tol Soreang-Ciwidey-Pangalengan Jangan Sampai Matikan Ekonomi Rakyat

Betapa tidak, Ramadhan tahun ini menjadi momen berharga bagi warga lantaran selama dua tahun terakhir pemerintah mengeluarkan larangan ada kegiatan ngabuburit karena pandemi COVID-19.

Tak hanya itu, keramaian juga terlihat dipinggiran rel kereta api yang berada dekat dengan kawasan Stasiun Padalarang.

Salah seorang warga Kampung Ciburial, Padalarang, Asep Setiawan mengatakan, lokasi tersebut selain murah meriah alias gratis juga bisa melihat aktivitas kereta api.

Baca Juga: ASN Kabupaten Bogor Diharapkan Beli Susu Sapi Murni dari Peternak Langsung

"Saya bersama anak saya sering kesini, hanya sekedar melihat kereta api yang melintas. Ngabuburit dilokasi ini memang sering tiap bulan Ramadhan kebetulan dekat rumah," katanya saat ditemui, Minggu 10 April 2022.

Ia mengakui, lokasi tersebut memang berbahaya lantaran Stasiun Padalarang ini memang merupakan perlintasan kerap dilintasi kendaraan dan warga.

"Hampir setiap jam melintas, kalau mau melintas biasanya ada satpamnya yang negor. Dan juga ada jam nya sendiri tetap kita lebih hati-hati," ujarnya.

Baca Juga: Tegas! Ketua DPD PDIP Jabar Ono Surono Sejak Awal Tolak Masa Jabatan Presiden RI 3 Periode

Sementara itu, pedagang es di sekitar lokasi, Eni mengatakan, ada sedikit perbedaan dengan Ramadhan sebelumnya.

Menurutnya, karena pemerintah memberikan kebijakan kelonggaran PPKM di bulan suci Ramadhan, sejumlah pedagang pun bisa meraup keuntungan cukup besar.

"Di bulan penuh berkah ini, untuk penjualan es sedikitnya ada peningkatan, dari hari kedua sampai sekarang per harinya 150 ribu hingga lebih dari buka jam 4 sore jelang Magrib," katanya disela-sela kesibukannya.

Baca Juga: Spoiler Our Blues Episode 2: Kebahagiaan Choi Han Soo Bertemu Jung Eun Hee dan Teman SMA Lainnya

Ia menyebut, lokasi tersebut juga kerap kali terjadi kemacetan, terlebih menjelang sore. Kendati begitu, akibat kemacetan yang terjadi debu kendaraan yang melintas menghambat pernapasan dan jarak pandang.

"Pembeli mah cuman segitu-gitu ajah hanya ramai kendaraan padat yang lewat," sebutnya.

Ia menambahkan, kawasan Curug Agung memang menjadi lokasi ter-favorit warga di bulan Ramadhan. Terlebih di kawasan under pass.

Baca Juga: Ridwan Kamil Hadirkan Perahu Kemanusiaan Antar-Jemput Siswa SDN Ciloma di Sungai Berhabitat Buaya

"Dulu di bawah sekarang pindah, berhubung becek, kotor, dan licin kalau hujan sekrang pindah ke atas disini," tandasnya. *** (agus satia negara).


Editor : inilahkoran