Sudah Tahap 2, Rahmat Effendi Segera Disidang di PengadilanTipikor Bandung

Pengadilan Tipikor Bandung saat ini masih menunggu pelimpahan berkas Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi dari JPU KPK untuk

Sudah Tahap 2, Rahmat Effendi Segera Disidang di PengadilanTipikor Bandung
Pengadilan Tipikor Bandung masih menunggu pelimpahan berkas Wali Kota Bekasi nonaktif dari KPK .

INILAHKORAN, Bandung - Pengadilan Tipikor Bandung, belum juga menggelar persidangan kasus korupsi yang menjerat Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

Pasalnya sampai saat ini, pihak Pengadilan Tipikor Bandung, belum menerima menerima pelimpahan berksa Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi dari Jaksa penuntut umum (JPU) KPK.

"Belum ada pelimpahan (Rahmat Effendi) sampai saat ini," ucap Panitera Tindak Pidana Korupsi Pengadilan Negeri (PN) Bandung Yuniar via pesan singkat, Senin 9 Mei 2022.

Baca Juga: Habis Lebaran, Rahmat Effendi Dibawa ke Bandung, Jalani Sidang di Pengadilan Tipikor

Yuniar menuturkan pelimpahan tergantung dari JPU KPK. Pihaknya hanya menerima berkas pelimpahan yang nantinya disiapkan untuk persidangan.

"Iya masih menunggu (pelimpahan)," kata dia.

Sebelumnya, Berkas perkara kasus suap Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi telah dinyatakan lengkap. Dia dan tersangka lainnya akan segera disidang di Pengadilan Tipikor Bandung.

"Tim penyidik telah selesai melaksanakan tahap II yaitu penyerahan Tersangka dan barang bukti tersangka RE Cs kepada tim jaksa. Dari hasil pemeriksaan kelengkapan isi berkas perkara terpenuhi dan telah lengkap," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Jumat (29/4/2022).

Baca Juga: Betulkah Rahmat Effendi Bangun Glamping Pakai Duit Camat dan ASN?

Diketahui, Rahmat Effendi ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan serta pengadaan barang dan jasa, dari hasil operasi tangkap tangan (OTT). Dari OTT, kasus dugaan korupsi ini, KPK mengamankan uang total Rp 5,7 miliar.

Dalam kasus ini, total KPK menjerat 9 tersangka. Berikut rinciannya:

Sebagai pemberi:

  1. Ali Amril (AA) sebagai Direktur PT ME (MAM Energindo);
  2. Lai Bui Min alias Anen (LBM) sebagai swasta;
  3. Suryadi (SY) sebagai Direktur PT KBR (Kota Bintang Rayatri) dan PT HS (Hanaveri Sentosa); dan
  4. Makhfud Saifudin (MS) sebagai Camat Rawalumbu.

Baca Juga: KPK Langsung Cecar LIma Kadis Pemkot Bekasi Terkait TPPU Rahmat Effendi

Sebagai penerima:

  1. Rahmat Effendi (RE) sebagai Wali Kota Bekasi;
  2. M Bunyamin (MB) sebagai Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Bekasi;
  3. Mulyadi alias Bayong (MY) sebagai Lurah Jatisari;
  4. Wahyudin (WY) sebagai Camat Jatisampurna; dan
  5. Jumhana Lutfi (JL) sebagai Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Bekasi.

Baca Juga: Berkas Dilimpahkan, 4 Tersangka Penyuap Wali Kota Bekasi Nonaktif Rahmat Effendi Segera Disidang

Tidak hanya kasus suap, KPK turut menjerat Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi alias Pepen sebagai tersangka kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU). Sangkaan itu merupakan yang terbaru setelah sebelumnya Pepen dijerat sebagai tersangka perkara suap dan pungli setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT).

Terakhir KPK menelusuri tentang pembangunan glamorous camping atau glamping yang pembiayaannya diduga KPK dilakukan Pepen dengan pungutan liar atau pungli. Lokasi glamping itu berada di Cisarua, Bogor. (cesar Yudistira)


Editor : inilahkoran