Antisipasi Pengangguran, Hengky Kurniawan Bakal Data Warga Pendatang Pascamudik

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal melakukan pendataan identitas warga pendatang di KBB pasca mudik lebaran tahun

Antisipasi Pengangguran, Hengky Kurniawan Bakal Data Warga Pendatang Pascamudik
Plt Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan (kanan)
 
INILAHKORAN, Ngamprah - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal melakukan pendataan identitas warga pendatang di KBB pasca mudik lebaran tahun ini.
 
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcapil) Hendra Trismayadi mengatakan, pihaknya saat ini tengah menyiapkan rencana pendataan warga pendatang di KBB pasca mudik lebaran.
 
"Kita akan kirimkan surat edaran (SE) ke semua kecamatan di KBB, kemudian dilakukan pendataan para pendatang dan diminta untuk mengisi formulir F.1-15," katanya saat dihubungi, Selasa 10 Mei 2022.
 
 
Ia menjelaskan, formulir F.1-15 itu dimaksudkan sebagai surat keterangan tempat tinggal sementara.
 
"Nantinya para pendatang akan mengeluarkan surat keterangan tempat tinggal sementara (SKTS)," jelasnya.
 
Ia menyebut, pendataan tersebut dilakukan sesuai Permendagri Nomor 74 Tahun 2022 kaitan dengan penduduk non permanen.
 
 
"Jadi Permendagri Nomor 74 Tahun 2022 Tentang Pendaftaran Penduduk Nonpermanen bahwa Penduduk Nonpermanen harus melakukan pendaftaran ke Disdukcapil Kabupaten/Kota atau UPT Disdukcapil Kabupaten/Kota. Pendaftaran Penduduk Nonpermanen menggunakan NIK," bebernya.
 
Ia mengaku, pihaknya sudah mempersiapkan sejak dini guna mengantisipasi membludaknya pendatang ke KBB yang berdampak pada meningkatnya angka pengangguran.
 
"Oleh karenanya bagi para pendatang diminta lengkapi dulu administrasi kependudukannya agar administrasi kependudukannya lebih tertata dengan baik," ujarnya.
 
 
Sementara itu, Plt  Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan menyebut, sejauh ini terkait dengan data pendatang pihak belum menerima, apakah jumlah pendatang saat ini sudah membludak apa belum.
 
"Tapi kalau melihat kemarin dari berita memang masih sekian persen itu belum kembali, baik itu ke Jakarta atau ke kota tujuan, terlebih dengan adanya perpanjangan WFH sehingga yang lainnya boleh ngantor di rumah," ujarnya.
 
Termasuk, kata dia, tujuan WFH dari kementerian ini memang supaya tidak ada kepadatan arus balik, sehingga masih diberikan waktu.
 
 
Sehingga, pihaknya belum memiliki data yang akurat terkait berapa jumlah ASN yang sudah datang ke Pemda KBB.
 
"Kita memang belum ada pembatasan untuk para pendatang ke KBB, tapi apakah nanti akan ada kebijakan khusus nanti di internal kami akan merumuskan hal itu," tandasnya.*** (agus satia negara).


Editor : inilahkoran