Daripada Jalan Tol, KTNA Kabupaten Bandung Justru Butuh Pupuk dan Jaminan Harga dari Pemerintah

KTNA Kabupaten Bandung menilai Bupati Bandung Dadang Supriatna jika ingin membantu para petani bukan dengan cara membangun jalan tol.

Daripada Jalan Tol, KTNA Kabupaten Bandung Justru Butuh Pupuk dan Jaminan Harga dari Pemerintah
Ketua Departemen Litbang KTNA Kabupaten Bandung Andri Ramdhani menegaskan daripada jalan tol para petani justru lebih membutuhkan pupuk dan jaminan harga dari pemerintah.

INILAHKORAN, Bandung - Kelompok Tani dan Nelayan Andalan atau KTNA Kabupaten Bandung menilai Bupati Bandung Dadang Supriatna jika ingin benar-benar membantu para petani bukan dengan cara membangun jalan tol.

Ketua Departemen Litbang KTNA Kabupaten Bandung Andri Ramdhani menegaskan, alangkah baiknya jika orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu bisa melakukan perbaikan dan membenahi tata kelola pertanian. Mulai dari pemetaan lahan, pemetaan komoditas pertanian, ketersediaan pupuk, hingga jaminan atau kepastian harga.

"Sekarang ini adanya kartu tani itu ketersediaan pupuk semakin sulit. Padahal, kebutuhan dari pertanian itu cuma tiga, yakni ketersdiaan air, pupuk dan harga jual yang stabil sesuai HPP. Kalau sekarang kan ketersediaan pupuk tidak sesuai dengan kebutuhan petani, terus ketika panen harga jual fluktuasi karena dipermainkan bandar," kata Andri di Soreang, Rabu 11 Mei 2022.

Baca Juga: Kapan Waktu Terbaik Beristigfar? Ini Jawaban Ustadz Adi Hidayat, Jelaskan Surat Az-Zariyat

Andri menjelaskan, bagi petani kecil, ketika harga merosot mereka tidak bisa menanam lagi. Begitu juga sebaliknya, ketika harga jual sedang bagus, mereka cuma menjadi penonton karena tak punya modal untuk biaya produksi. Di sisi lain, ketika petani membutuhkan pupuk, mereka kesulitan untuk medapatkan, kalaupun ada harganya mahal.

"Akhirnya penggunaan pupuk dikurangi dan itu berpengaruh kepada hasil produksi yang tidak maksimal. Ini juga kan harus menjadi perhatian pemerintah," katanya.

Sehingga, lanjut Andri, jika benar ingin menyejahterakan para petani itu alangkah baiknya Pemerintahan Kabupaten Bandung membentuk sistem pemetaan pertanian yang baik dan benar. Yakni pemetaan yang detail dan berbasis kondisi eksisting pertanian dilapangan. Diantaranya, harus ada data jumlah lahan pertanian basah dan kering. Kemudian harus ada data komoditas atau jenis tanaman pertanian disetiap daerah.

Baca Juga: Sekolah Setingkat SMA Dibandung Sambut Baik Imbauan Study Tour Oleh Kadisdik Jabar

"Termasuk harus ada data kebutuhan pasar terhadap suatu komoditas pertanian. Misalnya kebutuhan Kabupaten Bandung berapa, Bandung Raya berapa. Nah kalau ada pemetaan dengan database yang detail, petani punya gambaran mau tanam apa," ujarnya.

Sedangkan saat ini, lanjut Andri, petani lebih banyak mengikuti tren yang sedang ramai. Misalnya sedang ramai tanam jagung, semuanya ikut menanam. Celakanya, ketika musim panen tiba harga anjlok karena suplay dipasaran melimpah.

"Kalau ada pemetaan kebutuhan tidak akan ada fluktuasi harga karena antara produksi dan permintaan pasar seimbang," katanya. (Dani R Nugraha)


Editor : inilahkoran