Kasus Pembunuhan Wiwin Setiani Asal Padalarang Mulai Titik Terang, Begini Penjelasan Kapolres Cimahi

Jajaran Polres Cimahi sudah menemukan titik terang terkait peristiwa pembunuhan sadis terhadap Wiwin Setiani (30)

Kasus Pembunuhan Wiwin Setiani Asal Padalarang Mulai Titik Terang, Begini Penjelasan Kapolres Cimahi
a Kapolres Cimahi, AKBP Imron Ermawan di Mapolres Cimahi, Rabu 11 Mei 2022.



INILAHKORAN, Cimahi -Jajaran Polres Cimahi sudah menemukan titik terang terkait peristiwa pembunuhan sadis  terhadap Wiwin Setiani (30) warga Kampung Gunung Bentang RT 04 RW 14, Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Wiwin ditemukan terkapar dan bersimbah darah di depan rumahnya.

Berdasarkan informasi dari sejumlah saksi sudah melihat langsung pelaku M masih berada di sekitar wilayah Padalarang.

Baca Juga: Lakukan Penggeledahan di 4 Lokasi, KPK Temukan Barang Bukti Kasus Suap Bupati Bogor Ade Yasin

"Insyaallah kami bakal memaksimalkan waktu, tenaga dan pencarian dalam mengungkap dan menangkap pelaku," kata Kapolres Cimahi, AKBP Imron Ermawan di Mapolres Cimahi, Rabu 11 Mei 2022.

Ia menyebut, sudah ada titik terang terkait kasus pembunuhan saudara Wiwin karena ada beberapa saksi yang melihat pelaku.

"Untuk itu mohon doa restu dari semuanya, ini tidak boleh dibiarkan pelaku tidak tertangkap," sebutnya.

Baca Juga: Lirik Lagu​ Puan Bermain Hujan – Payung Teduh

Kendati peristiwa ini sudah terjadi, namun terlepas dari itu semua sudah tugas dari Polres Cimahi untuk mengungkap dan menangkap pelaku.

"Pelaku harus mendapat hukuman yang setimpal," tegasnya.

Ia menambahkan, pada hari ketiga ini tim gabungan masih berada dilapangan melakukan pencarian dibantu oleh masyarakat.

Baca Juga: Ini Daftar Kekayaan Indra Kenz yang Disita Penyidik, Jam Tangan Mewah Sampai Ferrari

"Kami mohon doa restu agar pelaku segera tertangkap karena beberapa tempat sudah kita cari dan dibantu oleh masyarakat karena masyarakat juga turut bersimpati pada keluarga korban agar tersangka segera tertangkap," pungkasnya. *** (agus satia negara).


Editor : inilahkoran