• Senin, 4 Juli 2022

Keluarga Sempat Melapor ke Polsek Padalarang Sebelum Wiwin Setiani Terbunuh

- Rabu, 11 Mei 2022 | 19:30 WIB
a Kapolres Cimahi, AKBP Imron Ermawan di Mapolres Cimahi, Rabu 11 Mei 2022. (Agus Setia Nagara)
a Kapolres Cimahi, AKBP Imron Ermawan di Mapolres Cimahi, Rabu 11 Mei 2022. (Agus Setia Nagara)



INILAHKORAN, Ngamprah - Kasus pembunuhan Wiwin Setiani (30) warga Kampung Gunung Bentang RT 04 RW 14, Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus bergulir.

Kapolres Cimahi, AKBP Imron Ermawan menyebut sebelum peristiwa pembunuhan Wiwin Setiani (30) terjadi keluarga sempat membuat laporan di Polsek Padalarang.

"Keluarga korban pembunuhan atas nama Wiwin Setiani (30), warga Kampung Gunung Bentang RT 04 RW 14, Desa Jayamekar, Padalarang sempat mendatangi Polsek Padalarang," katanya di Mapolres Cmahi, Rabu 11 Mei 2022.

Baca Juga: Ridwan Kamil Tanggapi Respon Perpanjangan PPKM, Masih Ada Kelonggaran

Ia menuturkan, sebelum terjadi peristiwa nahas yang menimpa korban tersebut pihak keluarga didampingi RT dan RW sempat mendatangi Polsek Padalarang melaporkan adanya ancaman yang dilakukan oleh pelaku.

"Pada hari Selasa 3 Mei 2022, keluarga melapor kepada Bhabinkamtibmas kami Aipda Deden Supriadi menerima laporan via telpon oleh bapa RT dan RW di Desa Jayamekar Kecamatan Padalarang bahwa ada pengancaman terhadap bapa Mimin beserta keluarga juga korban," tuturnya.

Selanjutnya, kata dia, Bhabinkamtibmas pada pukul 20.00 WIB menyarankan keluarga dan korban  untuk melakukan laporan ke Polsek Padalarang terkait adanya pengancaman yang dilakukan oleh pelaku tersebut.

Baca Juga: Muhammad Farhan : GBLA Dikelola Swasta Harga Mati

"Sekitar pukul 20.30 bapa Mimin dan RT, RW serta keluarga mendatangi Polsek Padalarang melaporkan pengancaman tersebut," katanya.

Selama di Polsek Padalarang yang diterima KSPK Aiptu Iwan Novriawan dan Bripka Suhedi, bapa Mimin bercerita banyak soal ancaman yang dilakukan oleh pelaku.

"Kedua petugas piket SPK tersebut memanggil piket Reskrim lantaran ada dugaan pidana yakni Aiptu Masdi dan mendengarkan laporan tersebut. Selanjutnya diperoleh informasi bahwa almarhum dengan pelaku mempunyai hubungan asmara," ujarnya.

Baca Juga: Kasus Pembunuhan Wiwin Setiani Asal Padalarang Mulai Titik Terang, Begini Penjelasan Kapolres Cimahi

Namun berdasarkan informasi, sebut dia, ayah korban yakni Mimin (55) menolak rencana pernikahan keduanya antara korban dan pelaku. Pasalnya, pelaku dinilai mempunyai perangai tidak baik.

"Usai mendengar cerita tersebut, selanjutnya petugas dari Polsek Padalarang menyarankan untuk melakukan mediasi diatara kedua belah pihak. Terlebih sudah mempunyai rencana untuk menikah," ujarnya.

Lebih jauh ia menerangkan, usai disarankan untuk melakukan mediasi akhirnya pihak keluarga dan korban serta RT juga RW sepakat untuk mengambil langkah mediasi tersebut.

Baca Juga: Kasus Pembunuhan Wiwin Setiani Asal Padalarang Mulai Titik Terang, Begini Penjelasan Kapolres Cimahi

"Selanjutnya piket SPK berkoodinasi dengan petugas Bhabinkamtibmas bahwa akan dilakukan mediasi. Selanjutnya, pihak RT,RW juga dusun bersama petugas mencari keberadaan Mulyadi,"terangnya.

Mengetahui keberadaannya tengah dicari, sambungnya, pelaku (Mulyadi) menghilang sejak tanggal 3 Mei 2022 dan datang kembali ke wilayah tersebut saat peristiwa nahas tersebut terjadi pada 8 Mei 2022.

"Setelah mengetahui dirinya (Mulyadi) tengah dicari aparat serta RT, RW dan Kadus serta masyarakat langsung tidak ada di rumah dan hanya ada keluarga. Selang lima hari tersangka datang dan terjadilah penganiayaan yang menyebabkan meninggal dunia," tandasnya. *** (agus satia negara).

 
 

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X