Bikin Penasaran, Polisi Ungkap Fakta Baru Kasus Pembunuhan Wiwin Setiani

- Rabu, 11 Mei 2022 | 19:35 WIB
Wiwin Setiani warga Gunung Bentang Padalarang KBB ditemukan bersimbah dara dengan luka di leher dan perut dan meninggal saat di rumah sakit. (Agus SN)
Wiwin Setiani warga Gunung Bentang Padalarang KBB ditemukan bersimbah dara dengan luka di leher dan perut dan meninggal saat di rumah sakit. (Agus SN)

INILAHKORAN, Ngamprah - Kasus pembunuhan Wiwin Setiani (30) warga Kampung Gunung Bentang RT 04 RW 14, Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) memasuki babak baru.

Pasalnya, polisi mengungkap adanya ancaman yang dilakukan pelaku (Mulyadi) sebelum terjadinya peristiwa pembunuhan tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, keluarga korban pembunuhan atas nama Wiwin Setiani (30), warga Kampung Gunung Bentang RT 04 RW 14, Desa Jayamekar, Padalarang sempat mendatangi Polsek Padalarang.

Baca Juga: Keluarga Sempat Melapor ke Polsek Padalarang Sebelum Wiwin Setiani Terbunuh

"Selama di Polsek Padalarang yang diterima KSPK Aiptu Iwan Novriawan dan Bripka Suhedi, bapa Mimin bercerita banyak soal ancaman yang dilakukan oleh pelaku," kata Kapolres Cimahi, AKBP Imron Ermawan di Mapolres Cimahi, Rabu 11 Mei 2022.

Ia menyebut, dari kedua petugas piket SPK tersebut memanggil piket Reskrim lantaran ada dugaan pidana yakni Aiptu Masdi dan mendengarkan laporan tersebut.

"Selanjutnya diperoleh informasi bahwa almarhum dengan pelaku mempunyai hubungan asmara," ujarnya.

Baca Juga: Lirik Lagu​ Puan Kelana – Silampukau

Namun berdasarkan informasi, sebut dia, ayah korban yakni Mimin (55) menolak rencana pernikahan keduanya antara korban dan pelaku. Pasalnya, pelaku dinilai mempunyai perangai tidak baik.

"Usai mendengar cerita tersebut, selanjutnya petugas dari Polsek Padalarang menyarankan untuk melakukan mediasi diatara kedua belah pihak. Terlebih sudah mempunyai rencana untuk menikah," ujarnya.

Lebih jauh ia menerangkan, usai disarankan untuk melakukan mediasi akhirnya pihak keluarga dan korban serta RT juga RW sepakat untuk mengambil langkah mediasi tersebut.

Baca Juga: Muhammad Farhan : GBLA Dikelola Swasta Harga Mati

"Selanjutnya piket SPK berkoodinasi dengan petugas Bhabinkamtibmas bahwa akan dilakukan mediasi. Selanjutnya, pihak RT,RW juga dusun bersama petugas mencari keberadaan Mulyadi,"terangnya.

Mengetahui keberadaannya (Mulyadi) tengah dicari, sambungnya, pelaku menghilang sejak tanggal 3 Mei 2022 dan datang kembali ke wilayah tersebut saat peristiwa nahas tersebut terjadi pada 8 Mei 2022.

"Setelah mengetahui dirinya (Mulyadi) tengah dicari aparat serta RT, RW dan Kadus serta masyarakat langsung tidak ada di rumah dan hanya ada keluarga. Selang lima hari tersangka datang dan terjadilah penganiayaan yang menyebabkan meninggal dunia," tandasnya. *** (agus satia negara).

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X