Hari Pertama Masuk Sekolah, SMAN 3 Bandung Laksanakan PTM 100 Persen

SMAN 3 Bandung laksanakan PTM 100 persen pada hari pertama masuk sekolah usai libur Idul Fitri, Kamis 12 Mei 2022.

Hari Pertama Masuk Sekolah, SMAN 3 Bandung Laksanakan PTM 100 Persen
SMAN 3 Bandung berlakukan PTM 100 persen di hari pertama masuk sekolah, Kamis 12 Mei 2022.

INILAHKORAN, Bandung - Sekolah Menegah Atas Negeri SMAN 3 Bandung melaksanakan hari pertama masuk pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen.

Hal ini sesuai arahan dari Dinas Pendidikan Jawa Barat, bahwa pihaknya melakukan PTM 100 persen kepada siswa-siswinya.

Kepala SMAN 3 Bandung Iwan Setiawan mengatakan, bahwa seluruh guru di SMAN 3 Bandung sudah divaksin, bahkan sampai vaksin ketiga, yakni vaksin booster. Sehingga, dengan kesiapan itu, pihak sekolah menyelenggarakan PTM 100 persen.

Baca Juga: PPKM Masih Berlaku, Kota Bandung Kembali Sesuaikan Jam Operasional

"Alhamdulillah respon anak-anak juga luar biasa, karena memang mereka juga sangat-sangat menunggu, nampaknya kesempatan 100 persen bisa segera dilakukan," ucap Iwan Setiwan, Kamis 12 Mei 2022.

Dia menjelaskan, terkait sarana dan prasarana yang ada di SMAN 3 Bandung, memang itu sudah dibiasakan dari dua tahun yang lalu. Artinya, protokol kesehatan anak-anak atau siswa-siswi sudah mulai memahami, yang asalnya jaga jarak cukup jauh, sekarang sedikit berdekatan, dan hal ini tidak menjadi masalah.

Baca Juga: Buya Yahya Jelaskan Syarat Penjual dalam Jual Beli Barang Online, Agar Tak Selisihi Syariat Islam

Akan tetapi, lanjut dia, tetap mereka sering mencuci tangan, karena memang sarana dan prasaranya itu sudah tersediakan, artinya pembiasaan ini nampaknya cukup melekat, penggunaan masker juga relatif otomatis, melihat orang lain menggunakan masker, lalu dia lupa, segera menggunakan sendiri.

"Kita sudah jarang memberikan teguran atau peringatan kepada siswa-siswi, misalnya coba maskernya dipakai dan lainnya," katanya.

Dia menambahkan, para siswa-siswi tersebut sudah tahu bagaimana menjaga jarak, berkomunikasi dengan teman-temannya, menjaga jarak dan lainnya. Mereka, harus menjaga jarak-jarak tertentu. Pihak sekolah pun mempersiapkan dan mengizinkan mereka berkomunikasi.

Baca Juga: Namgoong Min dan Kim Ji Eun Dikonfirmasi Akan Bersatu Kembali dalam Drama Hukum Baru

Hanya, lanjut Iwan Setiawan, mereka tidak membuat kerumunan yang memang menjadikan kekhawatiran, artinya proses masuk dan keluar siswa pun dalam upaya menjaga kerumunan yang betul-betul terkonsentrasi, itu pihaknya menghindari.

"Jadi masuk sekolah pun, mereka berjajar. Keluar masuk tidak satu arah, begitupun juga saat masuk dan keluar toilet, kami sudah mempersiapkan itu," ucapnya.

Selain itu, SMAN 3 Bandung belum membuka kantin secara resmi. Meskipun, sudah diizinkan dari Kemendikbud.

Pihaknya menyadari, bahwa dengan adanya kantin tersebut, untuk mendukung proses pembelajaran, sehingga pihaknya mengharapkan kantin yang tumbuh adalah kantin yang sehat.

Baca Juga: Resmi Persib Lepas Pemain u-19 Terbaiknya, Selamat Jalan Syafril Lestaluhu

"Kan perlu menata ruangannya, kebersihannya, termasuk juga makanan-makanan yang dibutuhkan oleh anak-anak harus terjaga tingat kesehatannya," ucapnya.***(Okky Adiana)

 


Editor : inilahkoran