• Selasa, 24 Mei 2022

Pembunuh Wiwin Setiani Padalarang Ternyata Miliki Sosok Misterius, Warga Selalu Dibikin Resah

- Kamis, 12 Mei 2022 | 19:51 WIB
Wiwin Setiani warga Gunung Bentang Padalarang KBB ditemukan bersimbah dara dengan luka di leher dan perut dan meninggal saat di rumah sakit. (Ilustrasi net)
Wiwin Setiani warga Gunung Bentang Padalarang KBB ditemukan bersimbah dara dengan luka di leher dan perut dan meninggal saat di rumah sakit. (Ilustrasi net)
 
INILAHKORAN, Ngamprah - Kasus pembunuhan pembunuhan Wiwin Setiani (30) warga Kampung Gunung Bentang RT 04 RW 14, Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) akhirnya berakhir.
 
Hal itu diketahui usai pelaku 'M' ditemukan tewas gantung diri di Kampung Gantungan RW 13, Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, KBB oleh sang ibu pada Kamis 12 Mei 2022.
 
Kendati demikian, dibalik tewasnya 'M' bergulir sejumlah opini tentang sosoknya di mata masyarakat sekitarnya.
 
 
Camat Padalarang, Dudi Supriyadi mengatakan, pelaku 'M' memang dikenal pendiam dan kurang bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.
 
"Biasa-biasa aja, gak begitu menonjol," katanya saat dihubungi, Kamis 12 Mei 2022.
 
Disinggung soal pelaku yang dikenal meresahkan, ia mengaku, berdasarkan informasi benar perilaku kerap melakukan tindakan yang meresahkan masyarakat.
 
 
"Tapi gak tau persis juga karena informasi dari masyarakat," ujarnya.
 
Menyikapi kasus seperti ini, sambung dia, diperlukan adanya sebuah peningkatan mentalitas.
 
"Artinya insyaallah saya dengan bu Kades akan melakukan pembinaan kepada masyarakat," ujarnya.
 
 
Dalam hal ini, lanjut dia, pihaknya akan meningkatkan intensitas denga bersinergi bersama-sama tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban maupun mungkin dari sisi aspek kerohanian.
 
"Itu yang harus kita tingkatkan," sebutnya.
 
Terkait dengan korban, pihaknya bersama pemerintah desa, kecamatan, polsek dan polres telah mengunjungi korban dan memberikan santunan.
 
 
"Pimpinan juga telah memberikan motivasi kepada keluarga. Kemudian untuk pihak keluarga pelaku, kami mengimbau kepada pak RW/RT karena ini murni dilakukan pelaku," ucapnya.
 
"Sementara keluarganya kan tidak melakukan apa-apa," sambungnya.
 
Selanjutnya, pihaknya mengimbau kepada tokoh masyarakat sekitar untuk tetap memperlakukan sebagaimana biasa.
 
 
Kemudian untuk jenazah pelaku, memang ada opini masyarakat untuk tidak menerima pemakaman pelaku di Jayamekar karena mungkin ya trauma atau palah bentuknya.
 
"Pada akhirnya kami memakamkan di wilayah Cioray, Kecamatan Cipatat tempat pemakaman COVID-19," bebernya.
 
Ia menambahkan, berdasarkan laporan dari staf kecamatan yang ditugaskan untuk mendampingi dengan sejumlah masyarakat pemakaman pelaku selesai.
 
 
"Alhamdulillah sudah selesai dimakamkan," pungkasnya.*** (agus satia negara).

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Duh...Lima Ekor Sapi di Kota Bandung Positif PMK

Selasa, 24 Mei 2022 | 11:13 WIB
X