Waspada PMK Pada Hewan Ternak, Begini Gejala dan Langkah Penanganannya

Tidak usah panik dengan adanya wabah PMK yang terjadi pada hewan ternak untuk itu kenali dulu gejalanya

Waspada PMK Pada Hewan Ternak, Begini Gejala dan Langkah Penanganannya
Wabah PMK pada hewan ternak bisa dikenali dengan gejala yang terjadi.

INILAHKORAN, Ngamprah - Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang kian meluas membuat para peternak di Indonesia panik dan khawatir, tak terkecuali di Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Seperti diketahui, kasus PMK pertama kali ditemukan di Gresik, Jawa Timur pada 28 April 2022, dan telah mengalami peningkatan kasus rata-rata dua kali lipat setiap harinya.

Kasus PMK ini kembali mencuat setelah Indonesia dinyatakan bebas PMK lebih dari tiga dekade lalu.

Baca Juga: PMK Mengancam, Polda Jabar Turut Awasi Potensi Penyebarannya

Menyikapi hal itu, Kepada Dinas Perikanan dan Peternakan, KBB, Undang Husni Thamrin menjelaskan, PMK atau dikenal sebagai Foot and Mouth Disease (FMD) dan Apthtae Epizooticae merupakan penyakit hewan menular bersifat akut yang disebabkan oleh virus.

"Dalam literatur yang dipublikasikan situs-situs pemda, PMK berasal dari virus tipe A dari keluarga Picornaviridae, genus Apthovirus dengan masa inkubasi antara 2 - 14 hari," katanya.

Menurutnya, penyakit ini rentan menulari hewan ternak seperti sapi, kerbau, unta, gajah, rusa, kambing, domba dan babi.

Baca Juga: Meski Belum Terdeteksi Adanya PMK di KBB, Pemkab Bandung Barat Gelar Penyuluhan ke Tiga Bandar Besar

"Gejala yang biasa terjadi pada hewan ternak, antara lain kepincangan akut pada beberapa hewan, banyak air liur, kelenjar di bawah rahang bengkak, kulit melepuh di sekitar mulut, lidah, gusi, hidung, kulit teracak dan puting," tuturnya.

Selain itu, sambung di, demam yang diikuti penurunan produksi susu drastis pada sapi perah.

"Kemudian hewan ternak tersebut sering berbaring," ujarnya.

Kemudian, lanjut dia, apa yang harus dilakukan peternak jika melihat gejala tersebut pada hewan ternaknya.

Baca Juga: DKPP Jabar Bentuk Unit Respon Cepat Cegah PMK di Hewan Ternak

"Pertama pisahkan atau isolasi atau karantina ternak yang bergejala atau sakit tersebut di kandang lain," ujarnya.

Langkah berikutnya, segera laporkan ke Puskeswan atau ke dinas terkait atau ke dokter hewan yang dilanjutkan dengan menerapkan protocol biosecurity di area kandang.

"Jangan pindahkan atau menjual ternak yang sakit karena akan meningkatkan wilayah penularan," ucapnya.

Baca Juga: Belum Ditemukan Adanya PMK di Hewan Ternak, DKPP Kota Bandung Tetap Waspada

Ia menambahkan, ikuti petunjuk pencegahan dan vaksinasi dari dinas setempat.

"Jangan takut karena PMK tidak menular ke manusia (zoonosis) dan daging ternak aman untuk dikonsumsi," pungkasnya. *** (agus satia negara).

 


Editor : inilahkoran