Berdayakan UMKM, BPKH dan PNM Salurkan Pendanaan Rp885 Miliar di Padalarang

BPKH dan PNM berkolaborasi. Guna pengembangan UMKM, kedua lembaga itu menyalurkan pendanaan Rp855 miliar.

Berdayakan UMKM, BPKH dan PNM Salurkan Pendanaan Rp885 Miliar di Padalarang
Di Padalarang, BPKH dan PNM menyalurkan pendanaan Rp855 miliar.

INILAHKORAN, Bandung - BPKH dan PNM berkolaborasi. Guna pengembangan UMKM, kedua lembaga itu menyalurkan pendanaan Rp855 miliar.

Selain itu, anggota Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) A Iskandar Zulkarnain menyebutkan pihaknya berkomitmen untuk menambah investasi dalam bentuk pembiayaan sindikasi sebesar Rp500 miliar.

Iskandar mengatakan, program yang akan terus dijalankan BPKH bekerja sama dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) tersebut telah dan akan banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Baca Juga: Hukum Menelan Sisa Odol Saat Puasa 6 Hari Syawal, Buya Yahya: Air Liur Sudah Bercampur

“Dengan asumsi penyaluran pembiayaan maksimal Rp10 juta setiap nasabah, minimal 138.500 orang ibu-ibu yang telah dan akan menerima manfaat investasi dari BPKH,” kata Iskandar saat seremoni kerja sama investasi Reksadana Penyertaan Terbatas Syariah dan sindikasi pembiayaan bersama bank-bank syariah untuk disalurkan dalam program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (MEKAAR) di kantor Desa Sukatani, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat 13 Mei 2022.

Menurutnya, sebagai bagian dari ekosistem keuangan syariah BPKH memiliki semangat dan komutmen tinggi untuk memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan meningkatkan ketahanan ekonomi umat. Ia berharap investasi BPKH itu tidak hanya menghasilkan nilai manfaat, melainkan juga memberikan dampak positif yang besar kepada masyarakat.

"Dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan itu bisa berupa meningkatnya kualitas ekonomi dan pendidikan kaum ibu dan keluarganya yang berasal dari berbagai desa di seluruh Tanah Air,” ujarnya.

Baca Juga: Hepatitis Akut Belum Masuk ke Cimahi, Dinkes Minta Warga Tetap Waspada

Sebagai rangkaian, PNM juga meresmikan sarana belajar Ruang Pintar di Desa Sukatani sebagai sarana pendukung untuk untuk memfasilitasi anak-anak para nasabah PNM Mekaar dan masyarakat sekitar untuk belajar atau kegiatan lainnya secara daring.

Ruang Pintar yang telah dibuka di Desa Sukatani tersebut meliputi ruang perpustakaan, paket alat tulis, akses internet, laptop, meja dan kursi, serta proyektor yang sangat berguna untuk membuka akses pembelajaran, terutama secara daring.
Melalui Ruang Pintar yang disediakan selama enam bulan untuk anak-anak para nasabah PNM Mekaar dan masyarakat sekitar itu, PNM berharap menjadikan hal itu sebagai bagian dari kontribusi perusahaan dalam mencerdaskan masyarakat prasejahtera yang kesulitan untuk belajar secara online.

“Dengan Ruang Pintar ini kami berharap dapat membantu mengurangi beban pengeluaran orang tua yang anaknya melakukan kegiatan pembelajaran jarak jauh,” kata Direktur Operasional PNM Sunar Basuki.

Baca Juga: Pembangunan Sentra Kuliner Ikan di Garut Gagal, KKP Turun Tangan

Sunar menambahkan, Ruang Pintar juga diharapkan berperan besar dalam melakukan pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan aksesibilitas informasi melalui pemanfaatan teknologi digital dan internet untuk anak-anak dari nasabah PNM dan warga Desa Sukatani umumnya.

BPKH sebagai badan hukum publik yang mengelola keuangan haji secara korporatif dan nirlaba itu diberikan wewenang berdasarkan Pasal 24 UU Nomor 34/2014 untuk menempatkan dan menginvestasikan keuangan haji sesuai dengan prinsip syariah, kehati-hatian, keamanan, dan nilai manfaat. (*)


Editor : inilahkoran