Asyik Nih, Dinas Pendidikan Jabar Tambah Zonasi PPDB 2022

- Selasa, 17 Mei 2022 | 21:50 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi (antarafoto)
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi (antarafoto)

INILAHKORAN, Bandung-Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menambah wilayah zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tingkat SMA, SMK, dan sederajat Tahun 2022 dari 68 menjadi 83 zonasi.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi  mengatakan penambahan dilakukan untuk mengakomodasi siswa-siswi yang berada di wilayah "blank spot".

"Untuk zonasi ditambah, dari 68 menjadi 83 zonasi, itu untuk mengakomodasi wilayah perbatasan. Apabila kesulitan konektivitas internet dan sebagainya seperti desa 'blank spot', sekolah bisa membantu," kata Dedi Supandi usai pembukaan kegiatan PPDB Tahun 2022 di SMK Negeri 2 Kota Bandung, Selasa 17 Mei 2022.

Baca Juga: Khusus Istri! Ini Cara Taklukan Hati Suami, Buya Yahya: Wajib dan Sunnahnya

Menurut dia, tahapan PPDB 2022 dimulai dengan pembagian akun pendaftaran ke SMP dan MTs, sedangkan untuk pendaftaran tahap pertama baru akan dimulai pada Juni 2022.

"Jadi mulai sekarang dari pembagian akun. Setelah itu pada tanggal 6 hingga 10 Juni 2022 mulai PPDB. Tahap pertama jalur afirmasi 20 persen, jalur perpindahan orang tua lima persen. jalur prestasi 25 persen," ujar dia.

Pada PPDB Tahun 2022 siswa-siswi dipastikan telah mendapatkan akun pendaftaran dari Kepala Cabang Dinas (KCD) masing-masing wilayah di Jawa Barat dan siswa-siswi juga bisa mendaftarkan diri dalam dua tahap.

Baca Juga: Pemerintah Longgarkan Kebijakan Pemakaian Masker Diluar Ruangan, Ini Ketentuannya

"Selain pada tahap awal, siswa-siswi juga dapat mendaftarkan diri pada tahap dua pada 23-30 Juni 2022. Nanti jalur zonasi dengan kuota 50 persen setiap satu sekolah tujuan," kata Dedi.

Untuk aturan pendaftaran, Dedi mengatakan bahwa ada sedikit aturan berbeda dari tahun sebelumnya. Salah satunya soal syarat rapor.

Dalam PPDB Tahun 2022, lanjut dia, siswa-siswi tidak perlu menunjukkan nilai rapor.

Baca Juga: KASN: Presiden Perlu Mencegah Disrupsi Netralitas Penjabat Kepala Daerah

"Tidak menggunakan ranking rapor. Kalau dulu, untuk pendaftaran harus ada ijazah. Bisa gunakan nomor ujian sekolah. Kalau aturan yang lain hampir sama," katanya.

Dedi menambahkan, untuk jalur afirmasi, dalam PPDB Tahun 2022 kuota 20 persen, Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM) sebanyak 12 persen.

Kemudian untuk disablitas tiga persen, serta anak istimewa dan anak kondisi tertentu  lima persen.

Baca Juga: Kode Keras Dari PAN, Ridwan Kamil Goyang Bareng Zulkifli Hasan, Persiapan 2024

"Kondisi tertentu itu di antaranya nakes COVID-19 dan korban bencana, dan nantinya pada akhir tahap pertama jika jalur afirmasi sisa, maka bisa ditambahkan ke jalur zonasi," kata dia.***

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X