UPI Kukuhkan 7 Guru Besar, Dedi Sutendi Angkat Tema "Peranan Linguistik dalam Pendidikan Bahasa Jepang"

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengukuhkan 7 Guru Besar, di Gedung Achmad Sanusi UPI selama dua hari

UPI Kukuhkan 7 Guru Besar, Dedi Sutendi Angkat Tema "Peranan Linguistik dalam Pendidikan Bahasa Jepang"
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengukuhkan 7 Guru Besar, di Gedung Achmad Sanusi UPI. Pengukuhan Guru Besar itu dilaksanakan selama dua hari, Rabu, 18 Mei 2022 dan Kamis 19 Mei 2022.

INILAHKORAN, Bandung - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengukuhkan 7 Guru Besar, di Gedung Achmad Sanusi UPI. Pengukuhan Guru Besar itu dilaksanakan selama dua hari, Rabu, 18 Mei 2022 dan Kamis 19 Mei 2022.

Salah satu Guru Besar UPI itu adalah, Dedi Sutendi yang merupakan Guru Besar Bidang Ilmu Linguistik Bahasa Jepang pada Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) UPI.

Dalam pengukuhan Guru Bear di UPI ini, dia mengangkat tema "Peranan Linguistik dalam Pendidikan Bahasa Jepang". Dedi Sutendi mengungkapkan, pembelajaran bahasa Jepang (BJ) di Indonesia sudah berlangsung cukup lama.

Baca Juga: Ini 2 Catatan Penting Bagi Peserta yang Ikut UTBK SBMPTN di UPI

Dilihat dari jumlah pembelajarnya, Indonesia menduduki peringkat kedua tebanyak di dunia setelah Cina.

Dari pembelajar BJ yang ada di Indonesia, sebanyak 90% adalah siswa SMP, SMA, dan SMK yang masih tingkat pemula, kemudian 4% juga tingkat dasar yang belajar pada kursus-kursus BJ. Sisanya 6% adalah mereka yang belajar BJ pada PT, pada jurusan pendidikan, sastra, atau budaya Jepang.

Panjangnya sejarah dan banyaknya jumlah pembelajar BJ di Indonesia masih belum menuntaskan masalah yang terjadi turun temurun.

Baca Juga: Ini Peran Mahasiswa UPI pada Program Kampus Mengajar Untuk Jenjang Pendidikannya

"Tiga masalah yang selalu muncul adalah menyangkut huruf, gramatika, dan praktik berkomunikasi atau berbicara," ucap Dedi Sutendi.

Menurutnya, masalah huruf menyangkut huruf Kanji, karena jumlahnya banyak, cara baca dan artinya pun berlainan. Jika ingin lancar komunikasi pembelajar minimal harus menguasai 2000 huruf Kanji.

"Selama ini belum ditemukan metode mengajar atau strategi belajar huruf Kanji yang cocok buat pembelajar orang Indonesia," tambah Dedi Sutendi. *** (okky adiana)

 


Editor : inilahkoran