• Senin, 4 Juli 2022

Warga Ciwidey Ancam Geruduk Lapak Miras Jika Tak Ada Tindakan dari Aparat Setempat

- Rabu, 18 Mei 2022 | 14:44 WIB
Polrestabes Bandung melakukan pemusnahan barang bukti sebanyak 39.120 botol minuman keras (Miras) beralkohol di Mapolrestabes Bandung pada Rabu (29/5/2019)./Bambang Prasethyo
Polrestabes Bandung melakukan pemusnahan barang bukti sebanyak 39.120 botol minuman keras (Miras) beralkohol di Mapolrestabes Bandung pada Rabu (29/5/2019)./Bambang Prasethyo

 

INILAHKORAN, Soreang - Maraknya peredaran minuman keras (Miras) di wilayah Kecamatan Ciwidey meresahkan masyarakat.

Warga Ciwidey pun mengancam jika tak segera ditertibkan oleh pihak-pihak terkait, aksi massa untuk memberantas perdagangan Miras bisa terjadi.

"Sampai sekarang memang tidak ada pergerakan dari masyarakat. Karena kami masih menghormati aparat terkait. Tapi ke depannya, bisa saja ada pergerakan dan mobilisasi (massa). Namun sekarang kami masih mempercayakan penindakan kepada Satpol PP dan Pihak Kepolisian karena mereka yang berwenang," kata Junjun Kurnia, salah seorang Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Ciwidey, Rabu 18 Mei 2022.

Baca Juga: Ketimbang Bangun Jalan Tol, PHRI Rekomenadasikan Titik Kemacetan di Alun-alun Ciwidey

Selama ini, kata Junjun, peredaran miras di Kecamatan Ciwidey sangat mengkhawatirkan. Serta permasalahan ini telah berlangsung bertahun-tahun lamanya. Adapun satu toko miras milik warga keturuan berinisial AN, sempat dirazia besar-besaran sampai empat truk besar miras disita dari tempat itu. Namun setelah itu beroperasi kembali.

"Nah setelh dirazia dan diangkut itu semua mirasnya. Tapi yah karena aturannya cuma tindak pidana ringan (tipiring) yah tidak ada efek jera. Bahkan, para pedagang miras disini, termasuk tokonya si AN itu berlindung dibalik izin perdagangan miras yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag)," ujarnya.

Selain toko miras milik AN, lanjut Junjun peredaran miras oplosan yang biasa disebut ciu juga marak diperdagangkan di wilayah Kecamatan Ciwidey. Kata dia, pihaknya selama ini melakukan pengamatan dan mendata jumlah pedagang miras di Kecamatan Ciwidey. Hasil pengamatan dan pendataannya diserahkan atau dilaporkan kepada aparat terkait.

Baca Juga: Pengamat: Jalan Tol Soreang-Ciwidey-Pangalengan Jangan Sampai Matikan Ekonomi Rakyat

"Saya sudah beberapa kali berkoordinasi dengan aparat setempat. Namun sayangnya, mereka juga malah bilang sia-sia saja dirazia juga, toh hukumnya cuma Tipiring. Jadinya enggak ada efek jera dan pedang ini tetap berdagang miras," katanya.

Halaman:

Editor: Ahmad Sayuti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jadwal SIM Keliling Bandung Senin 4 Juli 2022

Senin, 4 Juli 2022 | 08:05 WIB
X