Sepekan Dua Kendaraan Hilang, Pedagang Pasar Tagog Padalarang Kecewa

Para pedagang pasar Tagog Padalarang KBB mengaku sangat kecewa dengan sistem pengamanan parkir di sana yang tidak aman

Sepekan Dua Kendaraan Hilang, Pedagang Pasar Tagog Padalarang Kecewa
Para pedagang Pasar Tagog Padalarang KBB mengaku kecewa dengan sistem pengamanan area parkir lantaran dalam sepekan dua kendaraan hilang digondol maling.

INILAHKORAN, Ngamprah - Sejumlah pedagang tradisional di Pasar Tagog Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali mengeluh dan kecewa penggunaan sistem secure parkir yang dinilai merugikan.

Pasalnya, dalam sepekan terakhir sebanyak dua unit kendaraan bermotor dicuri di area parkir Pasar Tagog Padalarang, yakni pada awal bulan suci Ramadhan dan yang terbaru pada Senin 16 Mei 2022 dini hari.

“Pencuriannya sama, yakni pada waktu subuh. Pertama, saat lagi ditinggal salat, kalau yang kedua itu kemarin pas lagi masuk ke kiosnya sekitar jam 04.00 WIB subuh,” kata salah seorang pedagang Pasar Tagog Padalarang, Andi saat ditemui.

Baca Juga: Gawat! Pasar Tagog Padalarang Rawan Pencurian, Pelaku Leluasa Gondol Motor Pedagang

Ia pun menyayangkan dengan lemahnya sistem keamanan di pasar tradisional Tagog Padalarang yang disinyalir menjadi penyebab hilangnya kendaraan itu.

“Pertama kurangnya keamanan di sistem depan (secure parking), kedua itu meski para pedagang masuk member parkir. Tapi tetap petugas harus meminta STNK ke setiap pengendara member yang mau keluar,” ujarnya.

Ia menilai, pengelola seharusnya menyediakan karcis khusus bagi para pedagang yang masuk member.

Baca Juga: sebelum H-7 Mudik Lebaran, Satpol PP KBB Bakal Tertibkan PKL Pasar Tagog Padalarang

Menurutnya, hal itu perlu dilakukan guna mengantisipasi kejadian serupa.

“Lebih baik semua diberikan karcis, tapi harus juga disertai dengan STNK nya yah. Seperti di IKEA Kotabaru Parahyangan kan begitu, semua pengendara dimintai STNK kendaraannya saat akan meninggalkan lokasi,” tuturnya.

Sementara itu, Ahmad (25) pedagang di pasar tradisional Tagog Padalarang lebih memilih memakai karcis meski harus merogoh kocek cukup mahal.

Baca Juga: Satpol PP KBB Larang PKL Jualan di Kawasan Pasar Tagog Padalarang, Dianggap Bikin Kumuh

“Mahal sih, Rp 3000 kan ya, tiga kali bulak balik bisa Rp 9000, kali satu bulan sampai Rp 90.000. Tapi kan punya alasan sendiri juga, setidaknya yang pakai kendaraan saya itu kan harus megang karcis untuk bisa keluar,” ujarnya.

Dengan adanya kejadian hilangnya kendaraan, ia pun berharap, pihak-pihak yang terkait seperti PT. Bina Persada dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat bisa memberikan solusi, dengan menciptakan sistem keamanan terpadu di pasar Tradisional Tagog Padalarang.

“Apabila sistem kemanan yang baik sudah ada, saya yakin aksi pencurian bisa diminimalisir. Warga pasar pun bisa tenang berjualan,” pungkasnya.*** (agus satia negara).


Editor : inilahkoran