Okupansi Hotel di KBB 100 Persen, Dampak Pemerintah Pusat Longgarkan Kegiatan Sosial

- Kamis, 19 Mei 2022 | 13:39 WIB
Efek pelonggaran kegiatan sosial, okupansi hotel di KBB 100 persen. (Agus Satia Nagara)
Efek pelonggaran kegiatan sosial, okupansi hotel di KBB 100 persen. (Agus Satia Nagara)
INILAHKORAN, Ngamprah- Kebijakan pemerintah pusat yang memberikan kelonggaran aktivitas pada lebaran tahun ini memberikan nafas segar bagi seluruh masyarakat, terutama para pelaku usaha di Kabupaten Bandung Barat (KBB).
 
Hal itu pun berlaku bagi para pelaku wisata di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Mereka berharap momen lebaran bisa jadi titik balik agar sektor pariwisata bisa kembali bangkit.
 
General Manajer Terminal Wisata Grafika Cikole (TWGC) Lembang, Sapto Wahyudi mengatakan, kunjungan wisatawan pada saat libur lebaran yang dilanjutkan long weekend libur Hari Waisak meningkat signifikan. 
 
 
"Itu salah satu dampak positif karena ada kelonggaran aturan dari pemerintah," katanya.
 
Ia menyebut, kunjungan wisatawan saat libur lebaran naik, bahkan okupansi kamar tembus 100 persen. 
 
"Semoga itu jadi tanda bangkitnya lagi sektor pariwisata," sebutnya.
 
Ia menjelaskan, animo masyarakat untuk berlibur hampir mendekati normal seperti sebelum pandemi COVID-19. 
 
"Wisatawan sekarang tidak hanya berfokus untuk berkunjung ke objek wisata di sekitar Lembang. Namun, merambah hingga kawasan Cikole," jelasnya.
 
 
Ia menyebut, ada juga sejumlah objek wisata baru yang membuat orang penasaran. 
 
"Jadi itu juga berpengaruh kepada meningkatnya kedatangan wisatawan khususnya ke Lembang,"  sebutnya.
 
Terpisah, Kabid Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), KBB David Oot mengatakan, secara keseluruhan kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata di KBB terutama Lembang meningkat. 
 
Terlebih, sambung dia, di Lembang yang masih menjadi favorit kunjungan wiaatawan dari luar daerah. 
 
 
"KBB terutama Lembang masih jadi daerah favorit di Jawa Barat untuk di kunjungan wisatawan. Terbukti saat lebaran dan long week end kemarin pengunjung banyak," ujarnya.
 
Ia mengaku, dengan banyaknya wisatawan yang datang berdampak kepada sektor lainnya, seperti hotel, penginapan, dan kuliner. 
 
"Dengan begitu perekonomian warga terutama di jalur-jalur wisata kembali menggeliat dan sekarang tinggal bagaimana melakukan strategi agar sektor pariwisata bangkit seiring dengan kebangkitan ekonomi," tandasnya.*** (agus satia negara).
 
 
 

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

12 Anggota GMBI Dituntut Satu Tahun Bui

Rabu, 6 Juli 2022 | 18:15 WIB
X