Anak Tapir Mungil dan Sehat, Jadi Penghuni Baru Kebun Binatang Bandung

Kebun Binatang Bandung atau Bazooga memiliki penghuni baru seorang anak Tapir lahir dengan sehat dan sangat gumincir

Anak Tapir Mungil dan Sehat, Jadi Penghuni Baru Kebun Binatang Bandung
Kebun Binatang Bandung kehadiran penghuni baru seorang anak Tapir yang lahir dengan sehat.


INILAHKORAN, Bandung - Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoological Garden (Bazooga) kini memiliki penghuni baru. Seekor Tapir betina seberat 6 kilogram lahir dengan sehat di Bazooga pada 28 April 2022 lalu.

Marketing Komunikasi Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo Sulhan Syafi'i mengatakan, anak Tapir tersebut lahir secara sehat.

"Berdasarkan analisis dan pengamatan tim dokter, kita akhirnya tanggal 28 April ini Tapir yang kesembilan yang lahir di Kebun Binatang Bandung, artinya kita sekarang sudah memiliki 10 ekor Tapir. Jadi total ada 6 jantan, dan 4 betina, termasuk yang terakhir yang betina ini ya," ujar Sulhan Syafi'i, Jumat 20 Mei 2022.

Baca Juga: Kabar Baik, Kini Pengunjung Kebun Binatang Bandung Diperbolehkan Melepas Masker

Menurut dia, kondisinya Tapir ini gumincir dan dia memang perlu main-main, jadi kalau ada airnya, dia takut masuk ke air.

"Tapir ini usianya lumayan panjang ya, kalau di sini bisa sampai 30-40 tahun," ucapnya.

Dia menyebutkan, makanan pokok Tapir ini adalah daun-daunan, habitatnya bisa makan rumput, sekarang disini pihaknya memberikan kangkung, kacang panjang, wortel, ada juga pepaya.

"Jadi indukannya aja kita kasih protein lebih banyak agar air susu indukannya mengalir, jadi anakannya masih menyusui kalau camilannya daun nangka dan lainnya," ucapnya.

Baca Juga: Libur Waisak Kebun Binatang Bandung Kembali Dipadati Pengunjung

Sementara itu, Dokter Hewan Bazooga Josephine Bernadette menyebut anak tapir betina ini lahir secara normal dan berada dalam kondisi sehat.

"Kesehatan sampai sekarang itu baik, normal dari awal lahir. Indukan juga sangat sayang ya, jadi merawat anaknya dengan baik. Kondisi anaknya juga aktif ya karena perlu main-main juga," ujarnya.

Menurutnya, anak tapir ini akan berubah warnanya ketika mencapai usia 6-8 bulan dari belang hitam putih menjadi warna abu-abu seutuhnya.

Baca Juga: Kebun Binatang Bandung Targetkan 4.500 Wisatawan Pada Libur Panjang Isra Miraj

"Ketika umur 2 tahun mulai dewasa kelamin, nah sebelum dia mulai dewasa sudah kita pisahkan karena mereka kan satwa jenis soliter ya tapi sebenarnya ini sama-sama betina itu nggak apa-apa dalam satu kandang. Karena kalau sekarang anaknya itu kita pegang takutnya stress, jadi kita menjaga agar induknya juga tidak stress anaknya dipegang orang lain," imbuhnya.

Untuk perawatan, lanjut dia, anak tapir ini tidak diberikan perlakuan khusus melainkan memberi protein tambahan kepada indukan supaya ASI sang induk lancar untuk memenuhi kebutuhan anaknya.

"Anakannya masih menyusui, kalau cemilannya daun nangka, daun kupu-kupu itu mereka makan," tandasnya. *** (okky adiana)

 


Editor : inilahkoran