• Selasa, 5 Juli 2022

Kecewa Bale Pinton Dibongkar, Seniman dan Budayawan KBB Bakal Lakukan Langkah Ini

- Senin, 23 Mei 2022 | 14:05 WIB
Abah Nanung, seniman KBB menyatakan kekecewaan atas langkah Pemprov Jabar menggusur Bale Pinton
Abah Nanung, seniman KBB menyatakan kekecewaan atas langkah Pemprov Jabar menggusur Bale Pinton
 
 
INILAHKORAN, Ngamprah - Para seniman dan budayawan Kabupaten Bandung Barat (KBB) sepakat mengambil langkah menyikapi tindakan pemerintah yang membongkar Bale Pinton Ciburuy, Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, KBB.
 
Seniman dan Budayawan KBB, Abah Nanung mengatakan, pihaknya bakal mengambil dua langkah untuk bisa mendapat solusi terkait dibongkarnya Bale Pinton tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya.
 
"Langkah awal kita bakal dilakukan secara persuasi, yakni dengan berdialog melalui kegiatan Ngalokat dan Ngadu Bako," katanya kepada wartawan di KBB.
 
Kendati demikian, sambung dia, apabila dalam dialog tersebut tidak ada titik temu atau buntu. Maka, pihaknya bakal menggunakan haknya sebagai warga negara.
 
 
"Kita beri tahu tentang bagaimana sanksi dalam UU Pemajuan Kebudayaan," ujarnya.
 
Menurutnya, sanksi dapat diberikan terhadap orang yang secara melawan hukum menghancurkan, merusak, menghilangkan atau mengakibatkan tidak dapat digunakannya sarana dan prasarana pemajuan kebudayaan.
 
"Kemudian, melakukan perbuatan melawan hukum yang mengakibatkan sistem pendataan kebudayaan terpadu tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya," bebernya.
 
 
Ia menyebut, sanksi hukumnya sudah jelas, apalagi pelanggaran dilakukan oleh pemerintah.
 
"Sesungguhnya pemerintah harus memberi kompensasi  membuat lagi seperti itu semula atau representatif," sebutnya.
 
Ia mengaku, pihaknya pun saat ini mempertanyakan Gubernur dan Wagub Jabar yang menginginkan dibangunnya kembali Bale Pinton tersebut.
 
"Tapi ujung-ujungnya, Gubernur dan Wagub malah menyebut tanahnya bermasalah. Itu kan mengulur waktu," ujarnya.
 
 
Ia menilai, itu hanya sebatas menghibur semata. Namun, pihaknya pun tidak akan tinggal diam. Artinya, bukan ingin menjadi provokator bagi seniman.
 
"Kami hanya menyadarkan bahwa para seniman ini punya hak," ujarnya.
 
Ia menambahkan, hasil karya dari seorang seniman itu membuat sesuatu. Tapi tidak ditanggapi, bahkan dalam perjalanannya para usaha mereka dipotong dan dipadamkan.
 
"Itu yang jadi persoalan, memadamkan, membunuh mengamputasi. Walaupun ini sesungguhnya punya mereka, tapi kalau kita kembali bahwa sesungguhnya ini punya masyarakat," pungkasnya.*** (agus satia negara).

Editor: Zulfirman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jadwal SIM Keliling Bandung Selasa 5 Juli 2022

Selasa, 5 Juli 2022 | 08:05 WIB
X