PPDB 2022 Dibuka 13 Juni, Kadisdik Kota Bandung: Jangan Ada Anak Usia Sekolah Tidak Bersekolah

Pemkot Bandung akan membuka PPDB tahun ajaran 2022 pada 13 Juni mendatang. Begini imbauan penting dari Kadisdik Hikmat Ginanjar.

PPDB 2022 Dibuka 13 Juni, Kadisdik Kota Bandung: Jangan Ada Anak Usia Sekolah Tidak Bersekolah
Kadisdik Kota Bandung Hikmat Ginanjar bicara soal PPDB 2022.

INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung secara resmi akan membuka pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2022 pada 13 Juni mendatang.

Sebagai tahap awal, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung saat ini telah mulai melakukan pendataan PPDB. Ditingkat SD, tersedia 37.585 kursi. Lalu SMP ada 15.680 kursi, dan SMP swasta ada 21.905 kursi.

Kepala Disdik Kota Bandung Hikmat Ginanjar mengatakan, tidak ada perbedaan mendasar pada PPDB tahun ini.

Baca Juga: Tahun ini Kabupaten Bandung Berangkatkan 1.167 Calon Jamaah Haji

Perbedaannya hanya pada surat keterangan registrasi kartu keluarga pengantar dari RT dan RW.

"Tapi, kita akan tetap berkoordinasi dengan Disdukcapil untuk mengecek validasi data-data dari para calon peserta didik," kata Hikmat Ginanjar di Balai Kota Bandung, Rabu 25 Mei 2022.

Hikmat Ginanjar menyebut bahwa pendaftaran PPDB di tingkat taman kanak-kanak (TK) dilakukan secara luring. Sedangkan tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) dilakukan secara daring.

Baca Juga: Gedung DPRD 'Diteror' Bom, 20 Personel Jihandak Lakukan Tindakan Represif

"Orang tua cukup mengumpulkan persyaratan ke laman yang sudah kitasediakan di ppdb.bandung.go.id," ucapnya.

Hikmat menyatakan, para orang tua tidak perlu khawatir dengan server Disdik Kota Bandung. Pihaknya memastikan server yang dimiliki Disdik Kota Bandung mumpuni untuk digunakan pada PPDB mendatang.

Selain hal itu menurut Hikmat, bahwa salah satu kekhawatiran lainnya dari para orang tua siswa biasanya terkait sistem zonasi. Mereka khawatir anak-anaknya tidak bisa masuk ke sekolah terbaik.

Baca Juga: Thomas Doll Ungkap Kebutuhan Pemain Asing Persija, Ini Slot Posisi yang Dicari

"Sekolah negeri dan swasta sama aja. Pemerintah juga mengeluarkan program merdeka belajar. Kurikulum ini yang jadi satuan pendidikan. Para peserta didik menjadi pelajar yang generalis dan spesialis," ujar dia.

Hikmat menambahkan, untuk warga yang rawan melanjutkan pendidikan (RMP), pemerintah kota juga akan memberikan bantuan agar mereka bisa terus melanjutkan sekolah.

Baca Juga: Memulai Barisan Masbuk Saat Sholat Berjamaah, Buya Yahya: Jangan dari Sisi Kanan!

"Bisa ke sekolah negeri luar wilayah, atau dalam zonasinya. Atau bisa ditempatkan di sekolah swasta. Pada prinsipnya, anak-anak ini akan kita bantu sekolahkan. Jangan sampai ada anak tidak bersekolah," tandasnya. *** (Yogo Triastopo)


Editor : inilahkoran